<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419</id><updated>2012-02-16T07:19:58.813-08:00</updated><title type='text'>INNAMORARSI dii</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-8080038834265982512</id><published>2011-05-25T21:07:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T21:07:39.315-07:00</updated><title type='text'>MANUSIA DAN HARAPAN</title><content type='html'>&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQfHtBs0O4434RNb8dc8fE0CO5YzVhF7IrpS-KoDVgR11u70hM24pbW-sX5" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQfHtBs0O4434RNb8dc8fE0CO5YzVhF7IrpS-KoDVgR11u70hM24pbW-sX5" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pengertian Harapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu  terjadi,sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi,, dan dapat dikatakan harapan menyangkut masa depan.&lt;br /&gt;Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang  sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita,  maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan  cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan  cita-cita terdapat persamaam yaitu :&lt;br /&gt;1. keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud&lt;br /&gt;2. pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa Sebabnya Manusia Mempunyai Harapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke  dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah  suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu  manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia  lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani  maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup  bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan  kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorongan kodrat&lt;br /&gt;Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pcmbawaan alamiah yang sudah terjelma  dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya  menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan  dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.&lt;br /&gt;Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang  dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan  kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar  sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa  manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk  memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang  akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya.  Dcngan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang  buruk, mana yang benar dan mana yang salah, dan dengan kehendaknya  manusia dapat memilih. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma  sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup  bermasyarakat atau hidup bcrsama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini,  maka manusia mempunyai harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorongan kebutuhan hidup&lt;br /&gt;Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan  hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas :  kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmaniah misalnya ;  makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan,  hiburan, dan keberhasilan.&lt;br /&gt;Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain.&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan  fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikimya. Dengan adanya dorongan  kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia&lt;br /&gt;mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.&lt;br /&gt;Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan&lt;br /&gt;manusia itu ialah :&lt;br /&gt;a) kelangsungan hidup (survival)&lt;br /&gt;b) keamanan ( safety )&lt;br /&gt;c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)&lt;br /&gt;d) diakui lingkungan (status)&lt;br /&gt;e) perwujudan cita-cita (self actualization)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengertian Doa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSoRJtC0TqvclTA1_obJ5PrBffwzC9BhKwCYCOxFLSXpPmcMDHk0g" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSoRJtC0TqvclTA1_obJ5PrBffwzC9BhKwCYCOxFLSXpPmcMDHk0g" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa do'a berasal dari kata "do’a" artinya memanggil.  Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang  bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang  memudharatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Macam-Macam Do’a&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Syeikh Abdurrahman bin Sa'diy berkata: "Setiap perintah di dalam al  Qur'an dan larangan berdo'a kepada selain Allah, meliputi do'a masalah  (permintaan) dan do'a ibadah.&lt;br /&gt;Adapun perbedaan antara kedua macam do'a tersebut adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Do'a masalah (permintaan) adalah: Meminta untuk diberikan manfaat dan  dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan  ini dibagi menjadi tiga:&lt;br /&gt;a) Permintaan yang ditujukan kepada Allah semata dan ini (termasuk tauhid dan berpahala. -red. vbaitullah)&lt;br /&gt;b) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah, padahal dia tidak  mampu memenuhi dan memberikan permintaannya. Seperti meminta kepada  kuburan, pohon-pohon besar atau tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk  syirik dan dosa besar.&lt;br /&gt;c) Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa  dipenuhi dan bisa dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih  hidup untuk memindahkan atau membawakan barangnya dan ini hukumnya  boleh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Do'a Ibadah maksudnya Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang  diberikan kepada Allah balk lahiriah maupun batiniah, karena pada  hakikatnya semua bentuk ibadah misalnya shalat, puasa, Haji dan  sebagainya, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan  dijauhkan dari azab-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperayaan&lt;br /&gt;Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini  akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan  pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita,  bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang  dimilik seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri,  melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang  didasarkan atas orang lain itu disebabkan karma orang lain itu dapat  dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang  memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima  dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar  kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar  kepercayaan.&lt;br /&gt;Kepercayaan dan Usaha Untuk Meningkatkannya&lt;br /&gt;Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span id="goog_998270774"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_998270775"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;1. Kepercayaan pada diri sendiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia.  Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha  Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya  menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan  kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;2. Kepercayaan kepada orang lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang  tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah  tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata  hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu  dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams  dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat  janji kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Kepercayaan kepada pemerintah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku  karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan  langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya  Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan.  Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja,  langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh  Tuhan pula (kerajaan)&lt;br /&gt;Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat,  (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma  pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai  seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti hanya dalam  masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada,  kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara  totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia  perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara  diktator)&lt;br /&gt;Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun  demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber  kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara  percaya kepada negara/pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;4. Kepercayaan kepada Tuhan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena  keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh  Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran.  Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat  menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat  menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada  Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya  kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat  pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab  Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan  adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya  merupakan&lt;br /&gt;konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSxE-9KF88KBpgSpK4FehAaU37aATaxUrOpMa6C0nMMmuTdAFlJLugOjRef" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSxE-9KF88KBpgSpK4FehAaU37aATaxUrOpMa6C0nMMmuTdAFlJLugOjRef" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-8080038834265982512?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/8080038834265982512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/05/manusia-dan-harapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/8080038834265982512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/8080038834265982512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/05/manusia-dan-harapan.html' title='MANUSIA DAN HARAPAN'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-7847094268532114038</id><published>2011-05-17T01:08:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T01:08:15.346-07:00</updated><title type='text'>Manusia Dan Kegelisahan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRQEDHY0Gu3yUSx7SvQKLHyGHsU_aXnqWycR-2tqVSAgAoc2KBKGDaRBA" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="181" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRQEDHY0Gu3yUSx7SvQKLHyGHsU_aXnqWycR-2tqVSAgAoc2KBKGDaRBA" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut&lt;span&gt;&lt;/span&gt;om Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga  macam, yakni : kecemasan tentang kenyataan/obyektif; kecemasan neurotis,  dan kecemasan moril. Semuanya mempunyai satu sifat yang sama, yaitu tidak menyenangkan dari  mereka yang mengalaminya. Mereka (tiga macam kecemasan) hanya berbeda  dalam hubungan sumbernya. Kecemasan tentang kenyataan, sumber dari  bahaya itu terletak dalam dunia luar. Kecemasan neurotis, ancaman  terletak dalam pemilihan obyek secara naluriah dari id. Kecemasan moril,  sumber ancaman adalah hati nurani dari super ego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai  akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap  keadan dalam lingkungan seserang yang mengancam untuk mencelakakannya.  Pengalaman bahay dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan,  dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi  takut kalau ia berada di dekat dengan benda- benda tertentu atau keadaan  tertentu dari lingkungannya. Misalnya, ketakuatn terhadap kegelapan  muangkin merupakan pembawaan dari generasi sebelumnya.&lt;br /&gt;Rasa ketakutan atau kecemasan ini lebih mudah diperoleh selama masih  bayi atau kanak- kanak, karena organisme yang masih muda lemah dalam  menghadapi bahaya- bahaya dari luar dan sering kali dikuasai oleh  ketakutan egonya belum berkembang sampai titik, dimana organisme dapat  menguasai rangsangan- rangsangan yang jumlahnya berlebihan. Bayi yang  baru lahir dihujani rangsangan- rangsangan yang berlebihan dari luar,  yang mana selama dalam kandungan mendapat lindungan, sehingga  menyebabkan bayi tidak siap sama sekali. Selama tahun- tahun permulaan  bayi, banyak menghadapi keadaan lain yang sulit untuk dihadapinya, bila  dalam kemudian hari mengancam hidupnya sampai keadaan tak berbahaya,  bayi akan mencetuskan keadaan cemasnya. Itulah sebabnya kita perlu  melindungi anak yang masih kecil terhadap pengalaman- pengalaman  traumatic (pengalaman kecemasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan neurotis (saraf), ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang  bahaya dari naluriah. Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam tiga  bentuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bentuk kecemasan yang berkisar dengan bebas dan      menyesuaikan  dirinya dengan segera pada keadaan lingkungan yang kira- kira       cocok. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah,       yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bentuk ketakutan yang tegang dan irasional (phobia).      Sifat khusus  dari pobia adalah bahwa, intensitit ketakutan melebihi      proporsi  yang sebenarnya dari objek yang ditakutkannya. &lt;span lang="no-bok"&gt;Misalnya,  seorang gadis takut memegang      benda yang terbuat dari karet. Ia  tidak mengetahui sebab ketakutan      tersebut, setelah di analisis;  ketika masih kecil dulu ia sering diberi      balon oleh ayahnya, satu  untuk dia dan satu untuk adiknya, sehingga ia      mendapatkan hukuman  yang keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya dan      perasaan  bersalah menjadi terhubung dengan balon karet. Phobia juga dapat       diperbesar leh kecemasan moril, oleh benda yang diinginkan tetapi       ditakutkan adalah sesuatu yang mlanggar ideal dari super ego. Misalnya,       seorang wanita mungkin merasakan suatu ketakutan irrasional untuk       diperkosa karena sebenarnya ia ingin mendapatkan serangan seksual  tapi      super egonya memberontak terhadap keinginan ini. Ia takut  terhadap hati      nuraninya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span lang="no-bok"&gt;Reaksi      gugup atau setengah gugup, reaksi ini  munculnya secara tiba-tiba tanpa      adanya provokasi yang tegas.  Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan      diri yang bertujuan  untuk membebaskan seserang dari kecemasan neurotis      yang sangat  menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki      oleh  id. Meskipun ego dan super ego melarangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQLnH6DpI7GSkjSv_9HoWjBCY1K6PsE_qmgYoiYRKzpanF-oE308dsslg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQLnH6DpI7GSkjSv_9HoWjBCY1K6PsE_qmgYoiYRKzpanF-oE308dsslg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="no-bok"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="no-bok"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="no-bok"&gt;Kecemasan neurotis selalu berdasarkan kecemasan  tentang kenyataan, dalam arti kata bahwa seseorang harus menghubungkan  suatu tuntutan naluriah dengan bahaya dari luar sebelum ia belajar  merasa takut terhadap naluri- nalurinya. Selama suatu peredaran naluriah  tidak berakhir dengan suatu hukuman, orang tidak usah merasa takut  terhadap cathexis byek dari naluri- naluri. Akan tetapi, karena  perbuatan yang impulsif membawa seseorang kedalam suatu kesulitan, ia  pun menyadari bagaimana berbahayanya naluri itu. Tamparan, pukulan dan  lain- lain bentuk hukuman menunjukkan pada seoorang anak, bahwa pemuasan  naluri secara impulsif menuju kepada suatu keadaan yang tidak  menyenangkan. Anak akan mendapat kecemasan neurotis kalau ia dihukum  karena bertindak secara impulsif.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="no-bok"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="no-bok"&gt;  Kecemasan moril, merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam ego,  yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati  nurani. Hati nurani sebagai wakil di dalam tubuh dari kekuasaan orang  tua mengancam untuk menghukum seseorang karena sesuatu perbuatan atau  pikiran yang melanggar tujuan yang sempurana dari ego yang ideal yang  diletakkan di dalam kepribadian oleh orang tua. Sebagaimana  halnya.dengan kecemasan neurotis,sumber kecemasan moril terletak dalam  struktur kepripadian,dan sebagaimana halnya dengan kecemasan  neurotis,orang tidak dapat melepaskan diri dari perasaan bersalah dengan  jalan melarikan diri dari padanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="no-bok"&gt;Kecemasan moril mempunyi ikatan yang erat dengn  kecemasan neurtis,karena musuh-musuh utama dari super ego adalah  pemilihan obyek dari id.Adalah suatu ironi dari penghidupan orang yang  berakhlaq. Sebab dari pada ini ialah bahwa karena hanya berfikir untuk  melakukan sesuatu yang buruk saja telah menjadikan orang yang berakhlaq  merasa malu. Seseorang yang banyak melakukan penguasaan diri sudah pasti  akan banyak memikirkan tentang godaan dari naluri-naluri,karena ia  tidak menemukan Saluran yang lain untuk keinginan-keinginan nalurinya.  Rang yang kurang berakhlaq tidak memiliki superego yang demikian  kuatnya,sehingga ia tidak lebih mungkin merasakan gangguan dari hati  nuraninya,kalau ia berfikir atau berbuat sesuatu yang tidak sesuai  dengan kode moril.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Kecemasan adalah peringatan pada ego,bahwa ia berada  dalam bahaya. Dalam hal kecemasan obyektif,jika seseorang tidak  mengindahkan peringatan itu,sesuatu yang buruk akan terjadi pada  dirinya. Dengan memberikan perhatian atas peringatan&lt;span&gt;&lt;/span&gt;itu,seseorang mungkin dapat &lt;span&gt;&lt;/span&gt;menghindarkan  kecelakaan yang akan terjadi.baik dalam kecemasan neurotis maupun  kecemasan,bahaya terletak di dunia luar dan juga bukan luka berupa  sesuatu luka- luka badan atau kekurangan jasmaniah yang&lt;span&gt;&lt;/span&gt;di takutkan orang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Perasaan bersalah pada hakekatnya mungkin menjadi  demikian tidak tertahannya,sehingga orang yang bersalah dapat berbuat  sesuatu untuk mengundang hukuman dari sumber di luar untuk menghilangkan  perasaan bersalahnya dan mencapai kelegaan. Tekanan yang terus menerus  dari kecemasan neurotis mugkin menyebabkan seseorang menjadi kehilangan  akalnya dan melakukan sesuatu yang sangat impulsif. Akibat dari  perbuatan impulsif ini di anggap kurang menyakitkan pada kecemasan itu  sendiri. Kecemasan neurotis dan moril bukan saja merupakan tanda bahaya  untuk ego, tetapi kecemasan itu sendiri adalah suatu bahaya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRIRoQG9qJzvdwYkP0JMDVhk5MqS8cpUzaTUlnt8pusfMGCfzYXUnt-Vf4" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRIRoQG9qJzvdwYkP0JMDVhk5MqS8cpUzaTUlnt8pusfMGCfzYXUnt-Vf4" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="es"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="no-bok"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Manusia diciptakan oleh tuhan dengan segala sifat yang  paling sempurna diantara makhluk yang ada di bumi ini, sifat itu adalah  cipta, rasa dan karsa. Tetapi dengan adanya sifat itu manusia menjadi  tamak, loba, kikir, iri, dengki, dsb, apabila manusia tidak dapat  mengatur , menguasai, atau mengekang hawa nafsunya ataupun bertindak  yang negatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="es"&gt;Sifat tamak, kikir, iri, dan dengki adalah sifat yang  sangat tidak terpuji baik dihadapan sesama mannusia apalagi dihadapan  Tuhan pencipta alam dan isinya. Dengan adanya sifat ini manusia akan  mengalami rasa khawatir, takut, cemas, bahkan putus asa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Bagi manusia yang menyadari akan hal ini, perasaan  tersebut di atas dipandangnya sebagai penyakit kejiwaan yang sangat  tidak menyenangkan bagi meanusi tersebut, sehingga dengan bekal  kesadarannya tersebut ia berusaha untuk mengeluarkan perasaan cemasnya  dari dalam dirinya. Perasaan- persaan cemas, gelisah, khawatir, benci,  dongkol, dan perasaan negatif lainnya sangat sukar untuk diberantas.  Perasaan- perasan itu demikian hebatnya sehingga bisa mendesak dan  mengusir pikiran- pikiran kita yang tentram dan senang, segar dan damai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Biasanya orang yang mengalami sulit untuk memikirkan  hal-hal yang perlu untuk dilaksanakan dalam mengurangi rasa kecemasan  tersebut, untuk itulah perlu melakukan perbuatan yang tanpa banyak  memerlukan pikiran,dengan berbuat demikian orang akan menjadi  sibuk,sehingga rasa cemas ataupun khawatir dalam pikirnya akan  terlupakan.Hal ini sesuai dengan pendapat dari James L. Mursell,Guru  besar dalam mata pelajaran Pedagogi pada sekolah guru di Columbia,dengan  jitunya mengatakan&lt;span&gt;&lt;/span&gt;: “Anda akan digoda oleh  kecemasan,ketakutan,kekhawatiran tidak selamanya anda asyik dan  sibuk,akan tetapi setelah selesai dengan pekerjaan anda,pada saat itulah  angan-angan anda menjadi liar dan anda akan merenungkan hal-hal yang  bukan-bukan yang gila-gila dan setiap kesalahan tampak besar-besar  seperti gunung.Motor jiwa kita berkutat untuk membebaskan diri dari rasa  khawatir ialah kesibukan dan mengerjakan sesuatu yang konstrukif atau  membangun”.Dengan kesibukan yang tiada hentinya fisik manusia akan  mengalami kelelahan ataupun keletihan,sehingga tinggal memerlukan  istirahat atau tidur yang tenang dan nyenyak tanpa memikirkan lagi  terhadap masalahnya,yaitu kecemasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Ada suatu cara lain yang mungkin juga baik untruk  digunakan dalam mengatasi kecemasan tersebut dengan memerlukan sedikiyt  pemikiran yaitu,pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri  (instropeksi),akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita  tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya  dan sebagainya.apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan  ditimbulkan oleh kecemasan tersebut dan bila kita tidak dapat  mengatasinya,kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya,karena  tidak semua pengalama di dunia ini menyenangkan.Yang ke2,kita bersedia  menerima akibatnya dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan  tersebut akan sirna dari jiwa kita.dan yang ke3,dengan bersamaan  berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi  keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Ada suatu cara paling ampuh dalam menghadapi segala  situasi dan kondisi yang bagaimanapun termasuk kecemasan ini yaitu kita  berdoa kepada tuhan dengan sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan  ikhlas,sehingga ia mau mengabulkan permhonan kita dari perasaan  kecemasan ini,sebab tuhan adalah yang paling Maha Pemurah,Maha  Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau berdoa  dan memohon kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQAM6SEMV2JSmQ8rngi5_Zqa4DOatkAO6Y-8XGXK4RxkMTkF8cIGO3w-xA" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="194" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQAM6SEMV2JSmQ8rngi5_Zqa4DOatkAO6Y-8XGXK4RxkMTkF8cIGO3w-xA" width="200" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="es"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="es"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="es"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="es"&gt;Dalam kehidupan ini setiap manusia mempunyai  harapan-harapan dan setiap manusia mempunyai hak untuk itu,tidak seorang  pun dapat menghalanginya.Untuk mencapai harapan-harapan itu manusia  berusaha,yang mungkin usahanya itu dengan mengorbankan apa saja dengan  kata lain manusia berusaha dengan sekuat tenaga,setelah berusaha maka  orang-orang itu dengan gelisah menunggu dan menanti bagaimana hasil  usaha mereka,sesuaikah dengan apa yang mereka korbankan,berhasilkah atau  mereka harus kecewa karena gagal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Seringkali dalam menungu hasil-hasil usaha mereka,mereka  itu tidak sabar,hati mereka tidak tentram,tidak damai dan lain  sebagainya sampai-sampai mereka jarang menggunakan akal sehatnya.Untuk  itu disini kami akan mencoba memberi uraian mengapa kita gelisah,mengapa  kita merasa khawatir,mereka tidak tentram dan hati kita berdebar dalam  menuggu di samping itu pula akan di uraikan mengapa dan apa penyebabnya  kita merasa demikian serta bagaimana cara menanggulangi kegelisahan dan  kekhawatiran yang kita alami.Disini kami mencoba memberikan gambaran  cara penecahan rasa gelisah yang mungkin dialami,sebab seringkali orang  yang mengalami kegelisahan menanggulangi atau menyalurkan dengan hal-hal  yang bersifat negatif. Sudah tentu cara-cara ini tidak benar, hal ini  terjadi karena dalam pemecahan masalah ini mereka tidak menggunakan akal  sehat, dengan kata lain emosi dan ratio mereka tidak stabil lagi dan  kadang-kadang malah emosi mereka lebih menonjol sehingga tindakan-  tindakan mereka tidak terkontrol. Di samping itu juga kegelisahan dan  kekhawatiran ini dialami oleh setiap orang hidup dan mempunyai harapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjGzuqcKn11d2h52JQh131R1lZjzMEypPH5QohK-Vky-i04A9C9mCR7g" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQjGzuqcKn11d2h52JQh131R1lZjzMEypPH5QohK-Vky-i04A9C9mCR7g" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;&amp;nbsp;Setiap  orang siapa pun orangnya itu, baik mereka yang tingkat sosialnya  tinggi, yang sosialnya sedang ataupun yang tingkat sosialnya rendah,  seperti pejabat-pejabat, orang-orang kaya, para pegawai negeri,  kuli-kuli bangunan, kuli-kuli pasar, tukang-tukang becak sampai pada  pengemis-pengemis, mereka pasti mempunyai harapan-harapan dan cita-cita,  sudah tentu sesuai dengan dengan kemampuan dan jangkauan pikiran  mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;  Dan karena cita-cita dan harapan-harapan itulah mereka berusaha untuk  mencapainya dan setiap orang berhak untuk itu dengan demikkian tidak  seorangpun dapat melarang dan menghalangi seseorang untuk mencapai  cita-citanya. Dari usaha-usaha mereka untuk mencapai apa cita-cita dan  apa harapan mereka,suatu saat mereka akan menunggu jawaban dari hasil  jerih payah mereka, apakah cita-cita dan harapan-harapan mereka itu akan  tercapai atau gagal dan mereka harus kecewa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;  Sering orang dengan tidak sabar sesuatu yang menjadi harapan mereka  seperti halnya pengalaman yang dialami oleh seorang teman penulis yang  menunggu seorang temannya yang telah menjanjikan akan menjemputnya untuk  menghadiri suatu pesta ulang tahun teman lainnya bersama-sama.Mereka  berjanji bahwa pada pukul 06.30 mereka akan bertemu di rumah saya untuk  bersama-sama menuju ke rumah teman yang berulang tahun, tetapi entah  karena apa katakanlah si penjemput tidak datang pada waktunya yang telah  disepakati bersama.Dengan gelisah teman penulis menunggu si  penjemput,tentu saja di iringi dengan dugaan-dugaan sedikit cemas dan  hati berdebar memikirkan apa gerangan yang terjadi pada si  penjemput.Walaupun ia telah berusaha merintang waktu dengan membaca  majalah ataupun koran yang memang tertumpuk di meja tamu sambil  mendengarkan nyanyian dari tape recorder,tetapi semua itu tidak dapat  menentgramkan hatinya,dan suatu saat ia mondar-mandir antara pintu luar  dan ruang tamu untuk melihat jangan-jangan ada yang menjemputnya saat  itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://jiyuunosekai.blog.friendster.com/files/070724113727-large.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://jiyuunosekai.blog.friendster.com/files/070724113727-large.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Karena ia sudah memperkirakan tak ada yang mungkin  diajak pergi ke pesta ulang tahun temannya lagi,walaupun dengan agak  kecewa,dan sedikit mendongkol akhirnya teman saya itu tidak jadi pergi  ke ulang tahun temannya itu. Entah mungkin karena keinginannya yang tak  tercapai, mungkin karena kecewa tak jadi bergembira mengahadiri pesta  ulang tahun, atau karena cenas memikirkan apa yang terjadi pada  sipenjemput sehingga sipejemput tidak datang, hatinya tidak tenteram,  merasa cemas, jangan-jangan terjadi sesuatu pada sipenjemput, merasa  bersalahdan malu karena tidak hadir pada pesta ulang tahun temanya  sampai-sampai teman penulis tidak bisa tidur, karena gelisah  menyelimutinya malam itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Lain cerita lagiyang sering penulis jumpai di  rumah-rumah sakit baik itu rumah sakit umum maupun rumah sakit bersalin,  seringkali kita temukan dirimah sakit bersalin musalnya seorang bapak  sebentar-sebentar melihat ke pintu dimana seorang ibu hamil sedang  melahirkan putranya atau mungkin tanpa disadari seorang bapak telah  beberapa kali berjalan mondar-mandir didepan sebuah pintudan  kadang-kadang seorang bapakmuda dengan gelisahnya menunggu sampai-sampai  tanpa disadari ia telah menghisap berbatang-batang rokok tanpa  istirahat sedikitpun ia merokok&lt;span&gt;&lt;/span&gt;terus dan apabila terdengar  jeritan tangis ia sedikit terkejut dan entah perasaan apa yang  meliputinya lagi,apa lagi ia menantikan kelahiran putranya yang pertama.  Dan bila pintu di depanya terbuka dengan cepat ia menyongsongnya, ia  akan bertanya-tanya terkabulkah harapanya?&lt;/span&gt;&lt;span lang="es"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="es"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="es"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="es"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang="no-bok"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="no-bok"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;  Satu cerita lagi yang mungkin dapat menerangkan bahwa setiap manusia  dapat mengalamin kecemasan, keresahan hati dan diliputi dengan rasa  khawatir serta hati yang tidak tenteram. Sudah dikatakan tadi bahwa hal  tersebut dialami oleh semua lapisan masyarakat seperti misalnya  gelandangan-gelandangan yang bermukim dibawah-bawah jembatan-jembatan  atau diderah-daerah&lt;span&gt;&lt;/span&gt;yang terlarang untuk tempat tinggal sehingga mungkin mengganggu keindahan kota atau karena bahaya bagi jiwa mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Bagaimanapun  mereka adalah saudara-saudara kita yang tak mampu, mereka membangun  rumah-rumah dari kardus- kardus untuk berlindung dari hujan dan&lt;span&gt;&lt;/span&gt;sengatan  matahari, sudah barang tentu mereka tentumereka ingin dan berharapan  untuk dapat bermukim disitu lebih lama dan walaupun demikian merasa  selalu cemas, setiap saat mereka gelisah jangan-jangan turun hujan dan  banjir sehingga gubuk-gubuk mereka terbawa arus lalu mereka haris  berlindung di mana, di saat matahari teerik menyinari bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Dari  cerita-cerita yang penulis kemukakan dapat diketahui bahwa siapapun  dapaat gelisah hal tersebut terjadi karena mungkin disebabkan  harapan-harapan mereka tak terpenuhi, karena menunggu sesuatu,seperti  menunggu jawaban apakah harapannya tercapai,menunggu giliran imunisasi  anak-anak kecil dimana imunisasi itu sering diadakan pada  sekolah-sekolah dasar yang pernah juga penulis alami,menunggu kelahiran  anak pertama,menunggu hukuman dari ibunya,pada anak kecil yang merasa  bersalah karena melakukan sesuatu yang dilarang oleh ibunya seperti  bermain-main hujan sampai bajunya basah atau menunggu pengumuman apakah  diterima di perguruan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;  Seringkali karena hasil suatu pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang  telah ditetapkan seperti halnya apa yang telah dialami oleh insinyur  perintis industri alat-alat conditioning dan mengepalai perusahaan  Carrier Corporation,insinyur ini bernama Cattier.Pada suatu ketika ia  mendapat tugas memasang alat pembersih gas pada suatu pabrik PITSBURGH  PLATE-GLASS Company di Crystal City yaitu suatu pabrik yang bernilai  berjuta-juta dollar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;  Alat itu dimaksudkan untuk membersihkan gas,dapat menyala terus tanpa  mengotori mesin.Setelah pemasangan alat itu memang dapat bekerja tetapi  tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.Dengan adanya peristiwa itu  Cattier sangat merasa seolah-olah kepalanya dipukul dengan benda yang  sangat kerasnya.Hal itu karena diliputi oleh rasa bersalah,ia merasa  semua bergoncang tidak ada yang beres,begitu gelisah dan khawatirnya  sampai-sampai dia tak dapat tidur karena ia merasa tindakannya tidak  sesuai dengan etika.Bisa juga orang merasa bersalah yang terus menerus  seolah-olah ia dikejar oleh rasa bersalah itu.Seperti cerita seorang  pengendara mobil yang di luar dugaannya ada seorang yang menyebrang  jalan sehingga ia tak dapat menguasai kendali mobilnya dan terjadilah  kecelakaan itu,ia membuat si korban cacat seumur hidup,walaupun si  korban telah berdamai tetapi si pengendara terus menerus dikejar rasa  bersalah.Hal tersebut begitu menakutkan sampai si pengendara takut  mengendarai mobil dalam jangka waktu begitu lama.Setiap ia mengendarai  mobil ia takut jangan-jangan peristiwa itu terjadi lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="es"&gt;Untuk merintang waktu dalam mengendalikan&lt;span&gt;&lt;/span&gt;rasa  gelisah sementara untuk melepaskan suasana hati yang tidak tentram ada  yang mengisi waktu dengan kegiatan seperti membaca,merokok,mempermainkan  suatu benda.Semua tindakan itu tidak dapat menentramkan kegelisahan  yang kita alami secara tuntas.semua tindakan itu hanya dalam  menghilangkan rasa gelisah sementara kita hanya dapat melupakan  kegelisahan itu sejenak tetapi ada juga orang yang sama sekali tidak  dapat melupakan kegelisahan walaupun hanya sejenak,sehingga kegelisahan  tercermin pada air muka gerak-gerik tindakannya tidak teratur,bicaranya  cepat dan kadang-kadang tidak sesuai dengan apa yang dimaksud sehingga  kawan bicaranya itu bingung.Tetapi contoh-contoh di atas dapat kita  sadari apapun kegelisahan itu tidak akan dapat menyelesaikan suatu  masalah atau menghalau situasi buruk apapun dengan baik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS9iiaNNXCSLJPN8uMUS-liTj6nve79FhpWGikRBGONWOjqlVjd_ENSxFzt" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS9iiaNNXCSLJPN8uMUS-liTj6nve79FhpWGikRBGONWOjqlVjd_ENSxFzt" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-7847094268532114038?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/7847094268532114038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/05/manusia-dan-kegelisahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/7847094268532114038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/7847094268532114038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/05/manusia-dan-kegelisahan.html' title='Manusia Dan Kegelisahan'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-7953618234639362400</id><published>2011-04-20T04:53:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T04:53:58.494-07:00</updated><title type='text'>Manusia Dan Tanggung Jawab</title><content type='html'>A. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVyZ--TOCpP54uL2k9v2zAgSiMuY98f81tNfmuoDbs5rW6XOrlDTENaokw" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQVyZ--TOCpP54uL2k9v2zAgSiMuY98f81tNfmuoDbs5rW6XOrlDTENaokw" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau  perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab  juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan  kewajibannya.Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi  bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan  tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak  lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab  itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan  dari sisi kepentingan pihak lain. Dan sisi si pembuat ia harus menyadari  akibat perbuatannya itu, dengan demikian ia sendiri pula yang hams  memulihkan ke dalam keadaan baik. Dan sisi pihak lain, apabila si  pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan  baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan  yang dibuatnya. Atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung  jawab, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Tanggung jawab terhadap diri sendiri&lt;br /&gt;Tanggug jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran untuk memenuhi  kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia  pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan  mengenai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Tanggung jawab terhadap keluarga&lt;br /&gt;Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri,  ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota  keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada  keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi  tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan,  dan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Tanggung jawab terhadap Masyarakat&lt;br /&gt;Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain,  sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan  manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut.  Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota  masyarakat  yang tentunya mempunyai mempunyai tanggung jawab seperti anggota  masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(d) Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara&lt;br /&gt;Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga  negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku  manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh  negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan  manusia itu salah, maka ia hams bertanggung jawab kepada negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSfs2uApdV_pLksRJMp1ubCEKEx7Pksjos4LSxocpuOzbsciJxkroh1vg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSfs2uApdV_pLksRJMp1ubCEKEx7Pksjos4LSxocpuOzbsciJxkroh1vg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;(e) Tanggung jawab terhadap Tuhan&lt;br /&gt;Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,  melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab  langsang terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari  hulcuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci  melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut  akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang  keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan  kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti  mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia  terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung  jawabnya, manusia perlu pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PENGABDIAN DAN PENGORBANAN&lt;br /&gt;Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian  dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu  sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a). Pengabdian&lt;br /&gt;Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun  tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, honnat, atau  satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.&lt;br /&gt;Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang  bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti  mengabdi kepada keluarga.&lt;br /&gt;Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, munglcin sampai  bethari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam Pengabdian:&lt;br /&gt;Munculnya pengabdian karena ada Tanggung Jawab, maka pengabdian dibedakan :&lt;br /&gt;a. Pengabdian terhadap Tuhan YME., yaitu penyerahan diri secara penuh  terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawab yang diikuti oleh  pengorbanan.Misalnya : shalat&lt;br /&gt;b. Pengabdian kepada Masyarakat, karena manusia hidup dan dibesarkan di  dalam masyarakat sehingga pengabdian dan pengorbanan sebagai perwujudan  tanggng jawab terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;c. Pengabdian kepada Raja, yaitu suatu penyerahan diri kepada raja yang melindunginya.&lt;br /&gt;d. Pengabdian Kepada Negara, pengabdian yang timbul karena seseorang  merasa iktu bertanggung jawab terhadap kelestarian negara dan demi  persatuan dan kesatuan bangsa.&lt;br /&gt;e. Pengabdian kepada harta, karena seseorang menganggap harta yang  menghidupinya. Sehinggga tindakannya semata-mata demi harta, bahkan rela  berkorban untuk mempertahankan hartanya.&lt;br /&gt;Jadi, hakekat pengabdian adalah merupakan usaha untuk memikul tanggung jawab dan melaksanakan kewajiban sebagai manusia.&lt;br /&gt;Sebagai contoh pengabdian dalam kehidupan sehari-hari adalah melakukan  ronda sesuai pembagian tugas dari suatu daerah merupakan bentuk  perwujudan pengabdian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b). Pengorbanan&lt;br /&gt;Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti  persembahan, sehinggaa pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan  kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu  mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu  pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas  semata-mata.&lt;br /&gt;Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih  dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kotbah agama. Dari  kisah para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh tauladan, bagaimana  semestinya wajib berkorban. Berikut ini diberikan dua buah  penggambaran.&lt;br /&gt;Macam-macam pengorbanan:&lt;br /&gt;Banyak pengorbanan yang bisa kita llakukan dalam hidup,seperti:&lt;br /&gt;Pengorbanan dalam pergaulan&lt;br /&gt;Terkadang dalam bergaul diperlukan pengorbanan sebagai bentuk solidaritas yang menyatakan kesetia kawanan.&lt;br /&gt;Pengorbanan dalam masyarakat&lt;br /&gt;Dalam masyarakat kita tidak bisa hidup sndiri, antar masyarakat satu dan  yang lainnya saling tolong menolong dengan saling berkorban satu sama  lain.&lt;br /&gt;Pengorbanan dikeluarga&lt;br /&gt;Dalam kehidupan keluaarha kita harus mempunyai sikap berkorban  sebagai bentuk kasih sayang antar sesama anggota keluarga.&lt;br /&gt;Pengorbanan dapat berdampak positif bagi diri kita karena apabila kita  rela berkorban bagi orang lain niscaya orang itu pun akan demikian  seperti pepatah mengatakan apabila kita ingin mendapat pertolongan  berkorbanlah terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Sebagai contoh:&lt;br /&gt;Samuel baru saja mendapat uang dari hasil keringatnya tiba-tiba saja dia  melihat temannya kecelakaan lalu samuel mengorbankan uangnya untuk  biaya berobat temannya itu dengan harapan ia cepat lekas sembuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar refereensi:&lt;br /&gt;http://tulisendw.blogspot.com/2010/04/makalah-ilmu-budaya-dasar.html&lt;br /&gt;http://anovianto.wordpress.com/2010/02/23/makalah-ilmu-budaya-dasar/&lt;br /&gt;http://yueziruwan.blogspot.com/2010/10/manusia-dan-tanggung-jawab.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-7953618234639362400?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/7953618234639362400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/04/manusia-dan-tanggung-jawab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/7953618234639362400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/7953618234639362400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/04/manusia-dan-tanggung-jawab.html' title='Manusia Dan Tanggung Jawab'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-2274432512204848910</id><published>2011-03-29T00:33:00.000-07:00</published><updated>2011-03-29T00:33:46.990-07:00</updated><title type='text'>MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP</title><content type='html'>&lt;strong&gt;A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcStQsqUpNRxJfW4ej2MD91DSo1-nyJDYwVSiIzSgLTlXZ5t3Ncs4Q" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcStQsqUpNRxJfW4ej2MD91DSo1-nyJDYwVSiIzSgLTlXZ5t3Ncs4Q" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu  bersifat kodrati. Karena itu is menentukan masa depan seseorang. Untuk  itu perlu dijelaskan pula apa anti pandangan hidup. Pandangan hidup  artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman,  arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu  merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut  waktu dan tempat hidupnya.&lt;br /&gt;Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi  pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri  dari 3 macam :&lt;br /&gt;(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang  mutlak kebenarannya&lt;br /&gt;(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan  kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.&lt;br /&gt;(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif  kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. CITA-CITA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSEQFdngtSiA36gKNFEAwD2HKMB-ThlNIBLdnmsSkP-C0enirvwHA" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSEQFdngtSiA36gKNFEAwD2HKMB-ThlNIBLdnmsSkP-C0enirvwHA" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah  keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik  keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh  seseorang pada masa mendatang.&lt;br /&gt;Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka  cita-cita itu disebut angan-angan.&lt;br /&gt;Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang  sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang  mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor.&lt;br /&gt;- Faktor manusia&lt;br /&gt;- Faktor kondisi&lt;br /&gt;- Faktor tingginya cita-cita&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. KEBAJIKAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSmj6ib3yTRy92IiGvK9DzS7Bwm7vGqGCyOn5edTxzA6c05ApE3" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSmj6ib3yTRy92IiGvK9DzS7Bwm7vGqGCyOn5edTxzA6c05ApE3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan  pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai  dengan nonna-norrna agama dan etika.&lt;br /&gt;Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk  bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik&lt;br /&gt;Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan  badan.&lt;br /&gt;Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia  saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota  masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling  merugikan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik  dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara  hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk  menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau  tingkah laku.&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:&lt;br /&gt;Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu  seseorang masih dalam kandungan.&lt;br /&gt;Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan  (environ¬ment).&lt;br /&gt;Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman  yang khas yang pemah diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. USAHA / PERJUANGAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQv1WxFulF8SQ88ng4csnM-FeOjCOBwTeahRONdkB55-SHyWXK3-g" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQv1WxFulF8SQ88ng4csnM-FeOjCOBwTeahRONdkB55-SHyWXK3-g" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita.  Setiap manusia hams kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian  hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini  sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup  sempuma. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia hams kerja keras.  Apabila seseorang bercita-cita menjadi ilmuwan, ia hams rajin belajar  dan tekun serta memenuh semua ketentuan akademik.&lt;br /&gt;Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan  tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya.&lt;br /&gt;Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan  terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu  dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan  keahlian/ketrampilan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari  akal atau kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr.Harun Nasution, ada tiga  aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme, dan  aliran gabungan.&lt;br /&gt;(a) Aliran Naturalisme&lt;br /&gt;Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan  kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan.&lt;br /&gt;(b) Aliran intelektualisme&lt;br /&gt;Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan  akal manusia berpikir.&lt;br /&gt;(c) Aliran Gabungan&lt;br /&gt;Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib Minya  kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar  keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIIK&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQoXeitCyPjwbByDyp3UuGZh7kfz8rrNdxcRoCBm9-O5gpxkq1ZDw" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQoXeitCyPjwbByDyp3UuGZh7kfz8rrNdxcRoCBm9-O5gpxkq1ZDw" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya.  Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang  yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai  sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul  kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.&lt;br /&gt;pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan  baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :&lt;br /&gt;(1) Mengenal&lt;br /&gt;(2) Mengerti&lt;br /&gt;(3) Menghayati&lt;br /&gt;(4) Meyakini&lt;br /&gt;(5) Mengabdi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-2274432512204848910?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/2274432512204848910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-pandangan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/2274432512204848910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/2274432512204848910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-pandangan-hidup.html' title='MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-1635050254818100064</id><published>2011-03-22T22:21:00.000-07:00</published><updated>2011-03-22T22:21:09.084-07:00</updated><title type='text'>Manusia Dan Keadilan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;PENGERTIAN KEADILAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTRU6ZlX_riJOIn7cUyh9hf6UmzvJgavobUZvUfxw8x1332qi7T" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTRU6ZlX_riJOIn7cUyh9hf6UmzvJgavobUZvUfxw8x1332qi7T" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Keadilan  berasal dari kata adil yang mempunyai makna benar,patut dengan tidak  memandang siapapun. Jadi, keadilan adalah kadaan yang seimbang, tidak  berat sebelah, misalnya dalam memutuskan perkara hakim sangat adil, dan  tidak berat sebelah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Menurut  agama makna keadilan secara syar'i yakni memutuskan segala sesuatu  berdasarkan Allah SWT dan rasul-Nya yaitu al-Qur'an dan as-sunnah.  Sehingga adil bukan hanya membagi sesuatu sama banyaknya tetapi yakni  Adil ketika mengharamkan khamr dan tidak adil mengizinkan menjualnya di  Supermarket dan Adil ketika melarang berlakunya bunga riba dan tidak  adil membolehkan bunga riba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Dan  keadilan tidak dapat kita raih karena keadilan merupakan sesuatu yang  sempurna dan hanya yang maha kuasa-lah yang dapat menggapainya,  sedangkan manusia merupakan mahkluk yang terbatas. keadilan merupakan  suatu nilai yang menjadi patokan untuk dicapai, walaupun manusia hanya  dapat mendekatinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Contoh  keadilan yaitu ada sebuah keluarga memiliki anak kembar, dimana sang  ibu harus memperlakukan kedua anaknya itu dengan adil, contohnya dalam  segi pakaian, mainan, makan, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;KEADILAN SOSIAL&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQX5SKRC4oYqM_pd0rIN5FFCbZWj_e_x3W45PLHr4rUvMIA5XiFcRAX7Pzw" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQX5SKRC4oYqM_pd0rIN5FFCbZWj_e_x3W45PLHr4rUvMIA5XiFcRAX7Pzw" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Pancasila  yang ke -3 yang berbunyi “keadilan social bagi seluruh rakyat  Indonesia”. Keadilan&amp;nbsp; untuk rakyat Indonesia yaitu Keadilan bukan  berarti semua mendapatkan hal yang sama tetapi sesuai saja dengan  tempatnya. Contohnya&amp;nbsp; dalam segi fasilitas yang di desa dapat berbeda  dengan yang di kota, yang kaya dapat lebih baik seandainya mereka mau  membayar &amp;nbsp;lebih mahal sedangkan yang miskin dapat seadanya atau hanya  ala kadarnya &amp;nbsp;juga tidak&amp;nbsp; apa-apa, yang penting masih dapat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Arti dan Makna Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Melindungi      kelompok yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai      dengan bidangnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Kemakmuran yang      merata bagi seluruh rakyat Indonesia dalam arti dinamis dan meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Seluruh kekayaan      alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi      masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Wujudkan keadilan social dalam bentuk perbuatan dan sikap yaitu &amp;nbsp;: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 5pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Sikap suka bekerja keras &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Delapan&amp;nbsp; jalur pemerataan yang merupakan asas keadilan social, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSY7qucXmgjKMbxiTVSROwKBdN886OgPrXBqnaFLENqErpBWd7EPA" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSY7qucXmgjKMbxiTVSROwKBdN886OgPrXBqnaFLENqErpBWd7EPA" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Pemerataan pembagian pendapatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Pemerataan kesempatan kerja&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Pemerataan kesempatan berusaha&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi mudadan kaum wanita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;BERBAGAI MACAM KEADILAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;A.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;Keadilan Legal atau Keadilan Moral&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Keadilan  timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang  selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan  terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan  fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Setiap orang tidak  mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya. Ketidakadilan  terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan  tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan  ketidakserasian. Misalnya, seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan  pendidikan dan seorang petugas pertanian mencampuri urusan petugas  kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacauan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;B.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Keadilan Distributif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Aristoles  berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama  diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama.  Sebagai contoh, Agus&amp;nbsp; bekerja 10 tahun dan&amp;nbsp; Asep kerja 5 tahun. Pada  waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Agus dan Asep, yaitu  perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Seandainya Agus menerima  Rp.150.000,- maka Asep harus menerima. Rp 100.000. Akan tetapi bila  besar gaji Agus dan Asep sama, maka hal tersebut tidak adil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;C.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Keadilan Komutatif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Keadilan  ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.  Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan  ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim  menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan  pertalian dalam masyarakat. Contoh : dr. Prabu dipanggil seorang pasien,  Susi namanya. Sebagai seorang dokter beliau menjalankan tugasnya dengan  baik. Sebaliknya, Susi menanggapi lebih baik lagi. Hal ini dapat  menimbulkan, hubungan mereka berdua antara dokter dan pasien menjadi dua  insan lain jenis yang saling mencintai. Bila dr. Prabu belum  berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan  tetapi, karena dr.Prabu sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi  rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena dr.Prabu  melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan susi merusak rumah  tangga dr.Sukartono.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;KEJUJURAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 115%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small; line-height: 115%;"&gt;Kejujuran  asal katannya dari jujur yaitu ketulusan hati dan tidak curang. Jadi,  kejujuran adalah sikap seseorang yang tidak berlaku curang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Macam – macam kejujuran di antaranya ;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Jujur dalam      perkataan.Setiap orang harus menjaga perkataannya,tidak berkata kecuali      yang benar dan secara jujur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Jujur  dalam niat dan kehendak.Hal ini      dikembalikan kepada ikhlas.Jika  amalannya ternodai bagian-bagian      nafsu,maka gugurlah kejujuran  niatnya dan pelakunya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Jujur  dalam      hasrat dan pemenuhan hasrat itu.Contoh yang pertama seperti  berucap’’Jika      Allah menganugerahkan harta benda kepadaku,maka aku  akan menshadaqahkan      semuanya’’,Boleh jadi hasrat ini jujur dan  boleh jadi ada keraguan di      dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Jujur  dalam amal      perbuatan.Artinya harus menyelaraskan antara yang  tersembunyi dan yang      tampak, agar amalan-amalannya yang zhahir  tidak terlalu menampakkan      kekusyu’an atau sejenisnya,dengan  mengalahkan apa yang ada didalam      hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Jujur  dalam      merealisasikan perintah agama. Ini merupakan derajat jujur  yang paling      tinggi, seperti jujur dalam rasa takut, mengharap,  zuhud, riddha, cinta,      tawakal, dan lain-lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;KECURANGAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Kecurangan  kata dasarnya curang yang artinya tidak adil dan tidak jujur.  Kecurangan adalah sikap ingin memperoleh sesuatu dengan cara merugikan  orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Sebab – sebab melakukan kecurangan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Ingin mendapat sesuatu yang baik dengan merugikan orang lain&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Ingin mendapatkan nilai baik pada saat ujian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Ingin menang dalam suatu hal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;PERHITUNGAN (HISAB) DAN PEMBALASAN&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Macam-macam perhitungan dan pembalasan yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Menurut agama :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Jika  seseorang melakukan apa yang ALLAH SWT larang, maka orang tersebut akan  mendapat balasannya sesuai apa yang dia perbuat di akherat nanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Menurut hukum:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Jika ada seseorang yang melanggar hukum, dia wajib mendapat balasan dan hukuman sesuai apa yang dia perbuat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;PEMULIHAN NAMA BAIK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6459132822615081590&amp;amp;postID=1990066801676892646" name="4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Nama  baik bukan sekedar sebuah nama, tapi nama baik adalah sesuatu yang  perlu dipertahankan dan dijaga. Sekali ternoda atau tercemar akan sulit  memulihkannya. Apabila ingin memulihkan nama baik yang sudah tercemar,  sebaik kita melakukan perilaku yang positif, dan tingah laku yang sopan  dan satun. Selain itu kita harus bertobat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan  berjanji tidak mengulangi perbutan yang dapat mencemarkan nama baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;PEMBALASAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Pembalasan  ialah suatu reaksi atas semua perbuatan yang dilakukan. Penyabab  pembalasan adalah suatu tindakan yang merugikan seseorang sehingga orang  yang melakukan tindakan tersebut mendapat balasan atau hukuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: x-small;"&gt;Contoh pembalasan, misalnya ada seorang yang mencuri televisi, maka orang tersebut mendapat balasan berupa hukuman dipenjara.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQrkFW2K5bs8nD4JY4_BB5HovZTDMQp0nMsU6qe9l6hiTqH_9X7" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQrkFW2K5bs8nD4JY4_BB5HovZTDMQp0nMsU6qe9l6hiTqH_9X7" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-1635050254818100064?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/1635050254818100064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-keadilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/1635050254818100064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/1635050254818100064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-keadilan.html' title='Manusia Dan Keadilan'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-8770924543293677639</id><published>2011-03-15T06:16:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T06:16:54.803-07:00</updated><title type='text'>MANUSIA DAN KEINDAHAN</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQdZ0gSeZG-PQgfgvScldfcC8HPGjVUYwA51B0p7o_vWgivc_bg8HLUjA" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQdZ0gSeZG-PQgfgvScldfcC8HPGjVUYwA51B0p7o_vWgivc_bg8HLUjA" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;sebuah &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pendapat dalam dunia filsafat seni bahwa manusia adalah makhluk pemuja keindahan. Melalui panca indera manusia menikmati keindahan dan setiap saat tak dapat berpisah dengannya, dan berupaya untuk dapat menikmatinya. Kalau tidak dapat memperolehnya manusia mencari kian kemari agar dapat menemukan dan memuaskan rasa dahaga akan keindahan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQpc4igEcBJJAQmzNMD1lFXQq_R9zmixYH5aZYvRK4SrsS8JMvVsS_NigI" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQpc4igEcBJJAQmzNMD1lFXQq_R9zmixYH5aZYvRK4SrsS8JMvVsS_NigI" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;A.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hakekat Keindahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQMmT5aPk-oRv6WYa2K4n0AJkQHr056be2ydip995cjKTrnF6uCFQe4sT31" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQMmT5aPk-oRv6WYa2K4n0AJkQHr056be2ydip995cjKTrnF6uCFQe4sT31" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keindahan adalah susunlah kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keindahan dalam arti luas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keindahan dalam arti luas menurut para ahli, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a. Menurut The Liang Gie keindahan adalah ide kebaikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b. Menurut Pluto watak yang indah dan hukum yang indah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;c. Menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keindahan dalam arti estetik murni&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keindahan dalam arti terbatas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cinta sangat kuat sekali dalam membangkitkan daya kreativitas para seniman unutk menciptakan keindahan bagi para seniman untuk menciptakan keindahan bagi para seniman kreativitas itu hipotesisnya abstrak. Seperti yang dikemukakan oleh Keatas keindahan adalah konsep yang baru dapat berkomunikasi setelah mempunyai bentuk. Konsep itu sendiri abstrak dan kabur dia ada akan tetapi tidak dapat berbicara dengan seniman sebelum ada imajinasi yang menghubungkan seniman itu dengan konsepnya sendiri setelah konsepnya terbentuk, barulah konsep keindahan seniman berdialog dengan pembaca, seperti gesang pada waktu bermain-main di Bangawan Solo ia heran sungai yang airnya tak seberapa itu pada waktu banjir sangat mengerikan orang yang melihatnya ia merenung ia memperoleh konsep keindahan setelah konsep itu diberi bentuk ialah lagu “Bengawan Solo” maka barulah dapat berkomunikasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam proses jiwa seniman pada waktu merenung dalam rangka menciptakan keindahan menurut Koats selalu diliputi rasa ragu-ragu, takut ketidak tentuan, misterius (negative capability), justru seniman yang tidak memiliki kemampuan negative tidak mampu menciptakan keindahan, kemampuan negative ini identik dengan proses mencari (ialah mencari keindahan) karena yang bersangkutan merasa belum puas atas keindahan yang telah diciptakannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keindahan adalah identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ada dua nilai terpenting dalam keindahan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Nilai intrinsik adalah sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut, contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Demikian banyaknya hasil seni budaya dengan menggunakan pendekatan ekstrinsik dan pendekatan intrinsik melalui proses penghayatan kita dapat mengetahui alasan mereka atau seniman menciptakan keindahan melalui hasil seni. Kalau Bagong Kussudiarjo ditanya mengapa ia menciptakan berbagai kreasi tarian baru yang menggambarkan kehidupan nelayan, petani, buruh pabrik, tentu ada berbagai macam jawaban mungkin ia ingin mengabadikan kegiatan masing-masing pekerjaan itu pada zamannya. Karena kelak apabila teknologi maju memasuki wilayah itu kegiatan mereka itu akan lain bentuknya. Atau mungkin ia ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa keindahan itu tidak hanya dapat di kota-kota saja, dan yang menggemari keindahan itu bukan hanya para cendikiawan saja, tetapi di masyarakat, nelayan, buruh pabrik dan petani yang setiap hari berjuang demi sesuap nasi-pun merindukan keindahan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Teori estetika keindahan adalah Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu subjektif adanya yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri. Barangkali pernah juga kita dengar pepatah “Des Gustibus Non Est Disputandum” selera keindahan tak bisa diperdebatkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek, artinya seekor kupu-kupu memang lebih indah dari pada seekor lalat hijau.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi. Ada tiga hal yang nyata ketika seseorang menyatakan bahwa sesuatu itu indah, apabila ada keutuhan (Integrity) ada keselarasan (Harmony) serta kejelasan (Clearity) pada objek tersebut. Ini biasanya disebut sebagai hukum keindahan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;H. C Wyatt meneliti alasan-alasan yang biasa diberikan orang apabila mereka mengatakan sesuatu itu indah, dan ia menemukan bahwa banyak sekali orang menganggap sesuatu itu indah karena menyebabkan ia bersosialisasi pada suatu yang pernah mengharukannya dahulu, harapan-harapannya dan seterusnya. Ia menganggap alasan-alasan ini sebagai alasan-alasan non estetik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;B.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kontemplasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS4CSeHrRzpqbIDcWv1juNI1_v07okSlgKXdSK8iXs-QT7zhgG7TESudMc" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS4CSeHrRzpqbIDcWv1juNI1_v07okSlgKXdSK8iXs-QT7zhgG7TESudMc" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Di kalangan umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari suatu dibalik yang tampak atau tersurat misalnya, dalam ekspresi : seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang-bayang atau dirinya dimuka cermin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Seorang filosuf bernama Jac Ques Maritain mengatakan bahwa seni itu memberi kesempatan yang mustahil kepada manusia untuk berpacu dengan kontemplasi, yang akan menghasilkan suatu kegembiraan spiritual yang malampaui batas setiap jenis kegembiraan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;C.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kontemplasi dan Cipta Seni&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Persepsi dan pemahaman terhadap hasil karya seni dan gejala-gejala alami serta kehidupan di dunia ini pada tingkat kebermaknaannya yang tinggi dapat dicapai melalui idealisme dan pemikiran yang tajam dan mendalam, bagi kesempurnaan hidup tata jasmani dan rohani manusia. Gejala-gejala alami yakni alam dengan seluruh isi dan gerakannya yang nampaknya biasa-biasa saja itu sebenarnya mengandung implikasi kelanjutan, akibat-akibat dan kegunaan yang penuh misteri bagi manusia yang selagi hidup menjadi penentu pemecahannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQj3EXU2NpQoHsJLbQTB8xngFyl6U9Z_5gnr-MdewCir9P1cR3ru-nwDWva" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQj3EXU2NpQoHsJLbQTB8xngFyl6U9Z_5gnr-MdewCir9P1cR3ru-nwDWva" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Manusia menciptakan berbagai macam peralatan untuk memecahkan rahasia gejala alami tersebut. Semuanya ini dilakukan dan hanya bisa terjadi berdasarkan resep atau pemikiran pendahuluan yang dihasilkan oleh kontemplasi. Siklus kehidupan manusia dalam lingkup pandangan ini menunjukkan bahwa kontemplasi selain sebagai tujuan juga sebagai cara atau jalan mencari keserba sempurnaan kehidupan manusia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Karya seni tercipta, terkandung dan terlahir karena kontemplasi penghayatannya memerlukan disebabkan dalamnya atau keseluruhannya lebih banyak bersifat simbolik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;D.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keserasian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keserasian merupakan bagian atau yang dapat mewujudkan keindahan. Keserasian mengandung unsur pengertian perpaduan , pertentangan, ukuran dan seimbang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perpaduan misalnya : orang berpakaian antara kulit dan warna yang dipakai harus cocok.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRU-srRjmZlUKvncwcmsJXk6EsQrVWnJjPKRDzl15ibvtHKgePDf9uPuy0" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRU-srRjmZlUKvncwcmsJXk6EsQrVWnJjPKRDzl15ibvtHKgePDf9uPuy0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Contoh yang menunjukkan unsur ukuran-ukuran yang seimbang atau tidak seimbang/serasi, misalnya dalam memadu rumah dari halaman akan kelihatan serasi dan indah apabila rumah yang bagus dengan halamannya yang luas dan ditata dengan bunga-bunga yang indah maka orang akan memuji keserasian itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Lagu atau nyanyian-nyanyian merupakan unsur pertentangan antara suara tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-halus yang terpadu begitu rupa sehingga telinga kita dibuat asyik mendengarkan dan hati kita pun merasa puas, tetapi apabila dalam keasyikan itu tiba-tiba terdengar suara yang sumbang kita pun tentunya akan merasa kecewa dalam hal lagu irama yang indah merupakan pertentangan yang serasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;E.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kehalusan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kehalusan dalam pengertian keindahan bagi manusia dimaksudkan sebagai sikap lembut dalam menghadapi orang lain, lembut dalam mengucapkan kata-kata, lembut dalam roman muka, lembut dalam sikap anggota badan lainnya. Hal ini berarti menyangkut kesopanan dan atau keadaban dari sikap manusia dalam pergaulannya baik dalam masyarakat kecil mapun dalam masyarakat luas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTprWglmCTabO7X0ZdDkFSGjHOCET_1jYE6aDmG9AI2PIF3FQqMVXinwg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTprWglmCTabO7X0ZdDkFSGjHOCET_1jYE6aDmG9AI2PIF3FQqMVXinwg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sikap halus atau lembut merupakan gambaran hati yang tulus serta cinta kasih sesama, sebab itu orang bersikap halus atau lembut biasanya suka menolong orang lain, sikap lembut merupakan perwujudan dari sifat-sifat ramah, sopan dan sederhana dalam pergaulan sikap halus yang dimiliki oleh orang yang rendah hati karena orang bersikap rendah hati adalah orang yang halus tutur bahasanya, sopan tingkah lakunya, tidak sombong, tidak membedakan pangkat dan derajat dalam pergaulan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Unsur-unsur atau bagian yang dapat melahirkan sikap halus atau kasar adalah :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Anggota Badan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Alex Gunur dalam bukunya yang berjudul “Etika” menjelaskan bahwa anggota badan yang melahirkan sikap kehalusan atau kasar ialah kaki, tangan, kepala, bahu, mulut, bibir, mata, roman muka orang yang kesadaran etisnya tinggi sikap-sikap kakinya dikendalikan sebaik-baiknya untuk tidak mengganggu atau merugikan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bahasa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tentang perkataan Alex Gunur menjelaskan bahwa perkataan yang tersusun dalam kalimat-kalimat adalah merupakan ungkapan atau gambaran isi hati, maksud keingainan, pendapat/buah pikiran atau sikap kita terhadap orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Orang yang kesadaran etisnya tinggi bisa memilih kata-kata yang sopan dan penyusunannya juga teratur serta pandai mengatur dan mengendalikan nada irama atau alun suara dalam mengungkapkan isi hati, keinginan atau buah pikiran. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bagian-Bagian Rohaniah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ada tiga unsur rohaniah yang melahirkan sikap, yakni :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pikiran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan pikiran manusia dapat menciptakan pengetahuan, gagasan, pendapat, ide, daya upaya atau akal, teori, pertimbangan, renungan, kesadaran, kebijakan dan sebagainya. Semua itu dapat melahirkan sikap seperti ingin tahu, sikap mengerti, sikap sadar, sikap rasional, apa yang terkandung dalam pikiran dan melahirkan sikap tertentu, misalnya orang yang sedang kusut pikirannya akan tampak pada roman muka yang murung.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perasaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perasaan mempunyai sifat yang sangat peka dalam menghadapi masalah-masalah hidup yang timbul dalam hubungan pergaulan antara manusia, sebab itu perasaan perlu dikendalikan dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kemauan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dengan unsur kemauan manusia dapat menentukan pilihan berbuat atau tidak berbuat sesuatu, berbuat baik atau berbuat tidak baik. Kemauan baik sifatnya luhur dan tidak merugikan orang lain, sebaliknya kemauan buruk akan merugikan orang lain dan dapat menyusahkan diri sendiri amupun orang lain, baik yang menyangkut jiwa, jasmani maupun material, selain itu juga ada kemauan keras, kemauan lunak dan kemauan lemah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;F.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Permainan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR_YWDymPFUr071P63d1WxhLFls5lCaCThXQv5TdnmgBSdHSNG9nNoa1aM" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR_YWDymPFUr071P63d1WxhLFls5lCaCThXQv5TdnmgBSdHSNG9nNoa1aM" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kita sudah sering mendengar kota “Homo Ludens” atau manusia bermain. Istilah ini tidak dimaksudkan untuk membedakan antara manusia dengan binatang, namun demikian memang permainan ini merupakan suatu kategori seni dari aktivitas manusia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;J. Hulzinga dalam usahanya untuk mempelajari Homo Ludens ini menyatakan beberapa ciri utamanya dari permainan, yakni :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Permainan adalah suatu kategori, demikianlah kita tidak bisa berkata bahwa permainan itu buruk atau baik. Indah atau tidak indah. Artinya dibandingkan dengan kegiatan manusia yang lain seperti bekerja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Inti dari sekedar aktivitas biologis, logis ataupun estetis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;§&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagai kegiatan manusia bersifat suka rela yang penting adalah kesukacitaan pada waktu melakukannya, ia bukan suatu hal yang biasa, artinya punya kaidah-kaidah sendiriserta ia bersifat non serius.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Semula dikira bahwa permainan hanyalah pada anak-anak saja dan ia terutama berfungsi sebagai latihan untuk menghadapi hidup yang berat untuk melatih otot-ototnya, melatih panca inderanya, melatih inteleknya, kemauannya maupun emosionalnya disamping itu ada pula yang mengatakan bahwa permainan adalah usaha mahasiswa untuk membebaskan diri dari keseharian yang membosankan ia merupakan variasi dari hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;G.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Khayalan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;George Steiner pernah sekali menyatakan bahwa fantasi kita adalah benteng terakhir profesi kita, sekalipun tak bisa dielakkan bahwa kemampuan setiap orang untuk berfantasi itu terbatas serta terbentuk (terpengaruhi) pula oleh kebudayaannya, namun dalam berfantasi relatif seseorang lebih bebas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dunia khayal adalah dunia kedua kita, ia pun nyata atau signifikan baik secara personal maupun secara sosial. Sigmund Freud mencoba menjelaskan perlunya khayalan ini sebagai pengganti dari hal-hal yang tidak tercapai dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut Bertrand Russel, khayalan sebagai dunia tersendiri. Memiliki hukum-hukum tersendiri yang disebut sebagai hukum-hukum mental.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Khayalan menjadi sumber kreativitas anak-anak dilatih untuk berkhayal, sebab kemampuan berkhayal ini diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan mereka nanti. Baik sebagai dokter, maupun sebagai supir.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Martin Scenerer mengembangkan “ilmu jiwa pengenalan” ia berpendapat bahwa aktivitas kejiwaan manusia itu sungguh-sungguh tergantung pada persepsi yang dimaksud persepsi di sini adalah pemberian arti dari sensasi-sensasi (kelompok rangsangan), persepsi yang salah akan menimbulkan pengertian yang salah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ada pula kesalahan persepsi yang lain, yaitu yang biasa kita sebut sebagai halusinasi, yakni suatu aktivitas khayalan yang disebabkan oleh suatu rangsangan namun sama sekali tidk membentuk pengertian yang persis dari rangsangan tersebut. Misalnya pada waktu melihat pakaian bergerak dimalam hari dan kita pikir itu setan dan sering kali ini membawa menuju kepada pengertian yang keliru tentang khayalan seolah-olah khayalan merupakan kekeliruan tanggapa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;n.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-8770924543293677639?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/8770924543293677639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-keindahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/8770924543293677639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/8770924543293677639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-keindahan.html' title='MANUSIA DAN KEINDAHAN'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-5212176004860940148</id><published>2011-03-08T19:16:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T19:16:23.513-08:00</updated><title type='text'>Manusia Dan Penderitaan</title><content type='html'>PENGERTIAN PENDERITAAN &lt;br /&gt;A. PENGERTIAN PENDERITAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSToZgNG5NPcRQ-4Skm57JgYiXMOregvWTz6g0x9tzdp036TUo8oQ" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSToZgNG5NPcRQ-4Skm57JgYiXMOregvWTz6g0x9tzdp036TUo8oQ" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.&lt;br /&gt;Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia.Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya?penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. SIKSAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTnFPOqn1mO96Ueq_fMphOQ5SL-ZuMCigOJwYgSPazVeZn6paaRHw" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTnFPOqn1mO96Ueq_fMphOQ5SL-ZuMCigOJwYgSPazVeZn6paaRHw" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya. Siksaan yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media massa. Bahkan kadang-kadang ditulis di halaman pertama dengan judul huruf besar, dan kadang-kadang disertai gambar si korban.&lt;br /&gt;Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya maka disebut sebagai phobia. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan anatara lain:&lt;br /&gt;• Claustrophia dan Agraphobia&lt;br /&gt;Claustrophia Adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup sedangkan Agraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka&lt;br /&gt;• Gamang,merupakan ketakuatan bila seseorang ditempat tinggi&lt;br /&gt;• Kegelapan,merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap&lt;br /&gt;• Kesakitan,merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami&lt;br /&gt;• Kegagalan,merupakan ketakutan dari seseorang yang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;Pada umumnya ada dua aliran tentang phobia. Ahli-ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu masalah psilkologis yang dalam,yang harus ditemukan,dihadapi dan ditaklukan sebelumnya phobianya akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. KEKALUTAN MENTAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTo7QVUj_dd9gdgzC0VnG2vfAsW-I4o5whEvqLGQdVlfrUTGUC0IQ" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTo7QVUj_dd9gdgzC0VnG2vfAsW-I4o5whEvqLGQdVlfrUTGUC0IQ" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :&lt;br /&gt;a. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung&lt;br /&gt;b. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.&lt;br /&gt;Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :&lt;br /&gt;a. gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya&lt;br /&gt;b. usaha mempertahankan diri dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara benahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.&lt;br /&gt;c. kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan&lt;br /&gt;Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempuma; hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kaedudukannya dan menghancurkan mentalnya.&lt;br /&gt;b. terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga is tidak dapat menyesuaikan diri lagi; misalnya orang pedesaan yang berat menyesuaikan diri dengan kehidupan kota, orang tea yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang jauh berbeda dan masa jayanya dulu.&lt;br /&gt;c. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan realcsi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial; over acting sebagai overcompensatie.&lt;br /&gt;http://ochaayu.blogspot.com/2010/04/pengertian-penderitaan.html&lt;br /&gt;3 siksaan psikis&lt;br /&gt;Siksaan yang sifatnya Psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapatmenentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau  tidak, siapakah kawannya yang akan pacar tetapnya. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami,sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputuan, sehingga kebimbangan akan cepat dapat diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan  orang ramai, kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang  dialami oleh petapa  atau biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi. Tempat mereka memang sepi tetapi hati mereka tidak sepi. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari siksaan yang dialami seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya kebimbangan, kesepian perlu cepat diatasi agar seseorang jangan terus menerus merasakan penderitaan batin, sebagai homo socius, seseorang perlu kawan, maka untuk mengalahkan rasa kesepian orang perlu cepat macari kawan yang dapat diajak untuk berkomunikasi. Pada umumnya orang yang dapat dijadikan kawan duka adalah orang yang dapat mengerti dan menghayati kesepian yang dialami oleh sahabatnya  itu, selain mencari kawan, seseorang juga perlu mengisi waktunya dengan suatu kesibukan,khususnya yang dapat bersifat fisik, sehingga rasa kesepian tidak memperoleh tempat dan waktu dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dan lain sebagainya. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu sedemikian hebatnya sehingga sangat mengganggu. Seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Claustrophobia dan Agoraphobia.&lt;br /&gt;Orang-orang yang mengalami serangan panik kronis juga cenderung menderita agoraphobia dan claustrophobia juga. Kondisi ini memberikan kontribusi yang menyatakan bahwa kecemasan terhadap hidup mereka. Ketika dikombinasikan dengan ketakutan terkena serangan panik, kondisi ini dapat membuat kegiatan sehari-hari hampir mustahil untuk berpartisipasi masuk.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRLsNbm8dSJeSHIIfsOFRI88hbB_qXD229xYXKhx9RCca6mM8Fm0g" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRLsNbm8dSJeSHIIfsOFRI88hbB_qXD229xYXKhx9RCca6mM8Fm0g" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Claustrophobia adalah ketakutan pada ruang tertutup. Hal ini bisa apa saja dari mobil sampai lift, dan bahkan kamar kecil. Agoraphobia di sisi lain adalah takut ruang terbuka. Contoh ruang terbuka termasuk tempat pertemuan besar publik seperti arena olah raga, pusat perbelanjaan, dan bandara. Tidak peduli apa pun jenis ruang memanggil kecemasan pada pasien, efek samping umumnya serupa. Pusing, ketidakstabilan, berkeringat, dan peningkatan denyut jantung semua pengalaman bersama dengan kedua agoraphobia dan claustrophobia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kondisi ini cenderung datang bersama dengan serangan panik, penting untuk mengobati kedua kondisi pada waktu yang sama. Hal ini tidak mungkin bahwa pasien akan mengatasi gangguan panik nya saat mereka sedang menderita dari masalah psikologis lainnya. Bahkan, serangan panik, agoraphobia, dan klaustrofobia semua makan dari satu sama lain. Efek negatif dari seseorang dapat dengan mudah snowball menjadi pengalaman yang lebih berat dari yang lain. Menyadari hubungan ini akan membantu dokter ditentukan rencana pengobatan yang lebih efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.  Gamang merupakan ketakutan bila  seseorang di tampat yang tinggi. Hal itu disebabkan karena ia takut akibat berada di tempat yang yang tinggi, misalnya seseoarang harus melewati jermbatan yang sempit, sedangkan dibawahnya air yang mengalir, atau seseoprang takut meniti dinding tembok dibawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.  Kegelapan merupakan suatu ketakutan  seseorang bila ia berada di tempatyang gelap. Sebab dalam pikirannya  dalam kegelapan demikian akan muncul sesuatu yang ditakuti, misalnya setan, pencuri, orang yang demikian menghendaki agar ruangan tempat tidur selalu dinyalakan lampu yang terang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.  Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami seseoarng yang takut diinjeksi, ia sudah berteriak-teriak sebelum jarum injeksi ditusukkan kedalam tubuhnya,Hal itu disebabkan karena dalam pikirannya semuanya akan menimbulkan kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.  Kegagalan merupakan dari seseorang  disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan. Seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta lagi, karena takut dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi kegagalan, trauma yang pernah dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan kalau sampai terulang lagi.&lt;br /&gt;http://mahisaajy.blogspot.com/2011/02/3-siksaan-psikis-dan-pengertian.html&lt;br /&gt;gejala kekalutan mental&lt;br /&gt;Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :&lt;br /&gt;1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung&lt;br /&gt;2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah&lt;br /&gt;Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :&lt;br /&gt;1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.&lt;br /&gt;2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negative, yaitu mundur / lari, sehingga cara bertahan dirinya salah. Pada orang lain yang tidak menderita kekalutan mental akan memecahkan solusi masalahnya, sehingga tidak menekan perasaan. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan dan memecahkan persoalan&lt;br /&gt;3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.&lt;br /&gt;http://vahren.blogspot.com/2011/02/manusia-dan-penderitaan-gejala-gejala.html&lt;br /&gt;Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :&lt;br /&gt;1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung&lt;br /&gt;2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcShOi52SCjU_4jpPfznzGCY1LQj7xB4Zesj4ZrhtQmGzgzUDvZf" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcShOi52SCjU_4jpPfznzGCY1LQj7xB4Zesj4ZrhtQmGzgzUDvZf" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;1. gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bais jasmana maupun rokhani&lt;br /&gt;2. usaha mempertahankan diri dengan cara negative&lt;br /&gt;3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalam gangguan&lt;br /&gt;Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :&lt;br /&gt;1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna&lt;br /&gt;2. terjadinya konflik sosial budaya&lt;br /&gt;3. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial&lt;br /&gt;Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative. Posotf; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebagai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya. Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan  mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.&lt;br /&gt;http://firdaus.ngeblogs.info/2011/01/11/penderitaan/&lt;br /&gt;Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah&lt;br /&gt;a. Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.&lt;br /&gt;b. Negatif : trauma yang dialami diperlannkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustasi antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hypertensi (tekanan darah tinggi) atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitamya.&lt;br /&gt;2) regresi adalah kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanankan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit,menangis sampai meraung-raunganemecah barang-barang.&lt;br /&gt;3) fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri, membentur-benturkan kepala pada benda keras.&lt;br /&gt;4) proyeksi merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain, kata pepatah: awak yang tidak pandai menari, dikatakan lantai yang terjungkit.&lt;br /&gt;5) identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya, misalnya dalam kecantikan yang bersangkutan menyamakan diri dengan bintang film, dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses.&lt;br /&gt;6) narsisme adalah self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior daripada orang lain.&lt;br /&gt;7) autisme adalah gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, is puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcToSkjvzvuEAcvkR2F4dS19E-JPI8oZviOz2gYl6oOjpluVDoPO" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcToSkjvzvuEAcvkR2F4dS19E-JPI8oZviOz2gYl6oOjpluVDoPO" width="194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://masuk.blogrezzaprawiratama.co.cc/2010/04/kekalutan-mental.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-5212176004860940148?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/5212176004860940148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-penderitaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/5212176004860940148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/5212176004860940148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-penderitaan.html' title='Manusia Dan Penderitaan'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-2691953151188499301</id><published>2011-03-01T18:24:00.001-08:00</published><updated>2011-03-01T18:32:16.571-08:00</updated><title type='text'>Manusia Jeung Cinta Kasih</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPC-1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:inherit;	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-alt:"Times New Roman";	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:auto;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:"\0022Times New Roman\0022";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-alt:"Times New Roman";	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:auto;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}a:link, span.MsoHyperlink	{color:blue;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed	{color:purple;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}p	{mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0cm;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0cm;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:1816220250;	mso-list-template-ids:495624342;}@list l0:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:36.0pt;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	font-family:Symbol;}@list l1	{mso-list-id:1984192888;	mso-list-template-ids:647794486;}@list l1:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:36.0pt;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	font-family:Symbol;}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;&amp;quot;,Times New Roman,&amp;quot;&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Pengertian Cinta Kasih&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTrxwPZhwALWtRGgNmb2OEwwt66DKr4NITZuPZdN6RRzhjY2IUC" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTrxwPZhwALWtRGgNmb2OEwwt66DKr4NITZuPZdN6RRzhjY2IUC" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarmira, cinta adalah rasa sangat suka kepada atau rasa sayang (kepada). Sedangkan kasih artinya adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh rasa belas kasihan. Sehingga dengan demikian Kasih sayang dapat diartikan sebagai perasaan suka ( sayang) kepada seseorang yang disertai menaruh belas kasihan.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;3&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Unsur Tentang Cinta&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;Pengertian tentang cinta yang dikemukakan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki 3 unsur yaitu :&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Keterikatan      yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia,      tidak mau pergi dengan orang kecuali dia.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Keintiman      kebiasaan atau tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia      sudah tidak ada jarak lagi.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kemesraan      rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak      bertemu, adanya ucapan – ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;3&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tingkatan Cinta Menurut Budaya Dasar&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;* Cinta Natural&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Cinta natural merupakan cinta yang bersifat subjektif. Maksudnya cinta yang timbul karena kita dapat mencintai seseorang karena dia telah menolong kita. Dan juga cinta itu datang secara alami disaat yang tak terduga.Cinta ini juga merupakan rasa timbal balik diantara kedua pasangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Cinta Supranatural&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cinta ini bersifat objektif, yang berarti cinta ini tulus dan tanpa paksaan.Tidak ada rasa timbal balik dan juga bersifat murni walaupun masih ada sedikit sifat subjektif.Tingkatan ini menjelaskan pada kita tentang makna "THE POWER OF LOVE". Kekuatan cinta ini dapat membawa pasangan kedalam kehidupan yang begitu indah tanpa ada saling rasa berat sebelah. Pada tingkatan ini juga seseorang bisa saja merelakan apa saja demi sang kekasih bahagia dan tidak mengharapkan timbal balik maupun imbalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* Cinta Ilahi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-pNopO4qd_ZY/TW2lUAEO1tI/AAAAAAAAABw/cgosM3RY9tU/s1600/cinta-allah1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh4.googleusercontent.com/-pNopO4qd_ZY/TW2lUAEO1tI/AAAAAAAAABw/cgosM3RY9tU/s1600/cinta-allah1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ditingkat ini merupakan kesempurnaan cinta dan tingkatan paling tertinggi diantara tingkatan lain.&amp;nbsp;Mengapa ? Karena segala sesuatu yang kita miliki itu sangat tidak penting lagi dibandingkan objek yang kita cintai. Ditingkatan ini kita merasa bahwa segala hal yang kita miliki adalah milik objek yang kita cintai. Biasanya cinta ini terjadi terhadap manusia dengan sang penciptanya yaitu Tuhan Yang Maha Esa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bentuk Cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTnp88_3LozMcpibBqncARJ_4OuvleZ9Ut5s0ow0RyK02IxJCEOeC6L8w29" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTnp88_3LozMcpibBqncARJ_4OuvleZ9Ut5s0ow0RyK02IxJCEOeC6L8w29" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Menyukai (Liking) &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bentuk cinta ini dapat juga disebut dengan jalinan pertemenan (friendship). Walaupun rasa ini rasa sayang kita terhadap seseorang tapi hanya sebatas teman saja tidak untuk komitmen berjangka panjang dan juga kemesraan yang biasanya dilakukan oleh pasangan yang saling mencintai.Tidak ada rasa nafsu akan kemesraan ditingkatan ini hanya sebatas menyukai sebagai sahabat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tergila-gila atau Pengidolaan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dibentuk cinta ini ada pengecualian yaitu rasa sayang seseorang yang tidak diungkapkan secara langsung dan hanya dipendam dihati saja. Rasa cinta ini juga sangat mudah berlalu dan juga tentunya tidak ada elemen intim dan saling berkomitmen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta Hampa&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cinta hampa merupakan cinta yang tidak ada sama sekali dihati seseorang.Walaupun sudah saling berkomitmen atau berhubungan tapi tidak ada rasa keintiman dan kemesraan yang ada hanya kekosongan belaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta Sempurna&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Cinta sempurna adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya menerjemahkan elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). “Tanpa ekspresi, bahkan cinta yang paling besar pun bisa mati” kata Sternberg.&lt;/span&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta Romantis&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cinta yang terlihat sangat manis apabila dilihat dari segi kemesraan dan keintiman.Kedua pasangan yang memiliki cinta ini terlihat sangat cocok untuk menjalin sebuah hubungan asmara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kasih Sayang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSCLLiqrdFcwGdMQp8Hy_lpHymf_pgs0Ig0UjUHKXdMYL5IBFms" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSCLLiqrdFcwGdMQp8Hy_lpHymf_pgs0Ig0UjUHKXdMYL5IBFms" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kasih sayang merupakan suatu ungkapan perasaan kita curahkan kepada seseorang yang sangat kita sayangi. Perasaan ini sangat comfort dan juga membuat kedua pasangan atau objek menjadi sesuatu yang sulit terpisahkan. Setiap manusia pasti dianugrahi rasa kasih sayangnya oleh Tuhan. Contohnya saja kasih sayang orang tua kita terhadap anaknya yang selalu menyayangi , merawat bahkan rela mempertaruhkan nyawanya sendiri demi anaknya itu bahagia dan membuat sang orang orang tua bangga atas jerih payahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kemesraan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQCObVvgI_w9wJJucmqJ2AtJ8G5PWhNUfbgl9hmtgVbqKLYS3esng" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQCObVvgI_w9wJJucmqJ2AtJ8G5PWhNUfbgl9hmtgVbqKLYS3esng" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kemesraan merupakan salah satu unsur dari cinta. Sebelumnya saya telah menjelaskan apa itu makna dari kemesraan dari point sebelumnya. Kemesraan itu sendiri mungkin apabila diibaratkan oleh kata-kata tidak akan ada habisnya. Garis besarnya kemesraan itu akan terlihat indah apabila objek atau kedua pasangan benar-benar sangat cocok dan saling menyayangi .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tingkatan dari kemesraan, Diantaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kemesraan dalam tingkat      remaja yakni kemesraan yang terjadi pada pasangan remaja yang baru saja      mengalami masa pubertas yang menyebabkan dorongan seksualitas yang kuat.      &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kemesraan dalam tingkat      rumah tangga yaitu kemesraan yang ditunjukan kepada pasangan suami istri,      apalagi disaat tahun awal perkawinan, gejolak seksualitas yang sangat      matang dan sangat dominan untuk hidup bersama hingga lanjut usia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Kemesraan dalam tingkat      lanjut usia merupakan kemesraan tingkat akhir yang biasanya hanya pasangan      lanjut usia. dan berbeda disaat mereka muda gejolak seksualitnya pun      semakin berkurang .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt;"&gt;Pemujaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Pemujaan adalah Perasaan alami manusia yang mengagungkan suatu objek dari dia hidup hingga akhir hayat. Biasanya pemujaan dilakukan dalam berbagai aspek seperti memuja kepada leluhur dan juga kepercayaan atau agama. Pemujaan itu telah ada dari jaman manusia itu diciptakan. Manusia berfikir oleh siapakah dirinya ini diciptakan lalu terbentuklah rasa kepercayaan akan leluhurnya. Rasa ini sangat murni dan tulus dari lubuk hatinya paling dalam. Manusia sangat menghormati leluhurnya apalagi terhadap Tuhannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Belas kasih &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQIgFfT-xXKSN3J1rUg84R7DjaXabZ3VNaNgBPFl5gNQ0wBVOJI" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQIgFfT-xXKSN3J1rUg84R7DjaXabZ3VNaNgBPFl5gNQ0wBVOJI" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Belas kasih (composian)adalah kebajikan -satu di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ada aspek belas kasih yang menganggap dimensi kuantitatif, seperti individu belas kasih yang sering diberi milik &amp;nbsp;kedalaman,kekuatan atau gairah . Lebih kuat dari empati , merasakan umumnya menimbulkan aktif keinginan untuk meringankan penderitaan orang lain.. Hal ini sering, meskipun tidak pasti, komponen kunci dalam apa yang memanifestasikan dalam konteks sosial .Dalam etika istilah, berbagai ungkapan bawah usia yang disebut Golden Rule mewujudkan oleh implikasi prinsip kasih sayang: &lt;i&gt;untuk orang lain apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda..( &lt;b&gt;sumber&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;a href="http://tifany-tifa.blogspot.com/"&gt;http://tifany-tifa.blogspot.com &lt;span style="color: black;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-2691953151188499301?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/2691953151188499301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/03/manusia-jeung-cinta-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/2691953151188499301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/2691953151188499301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/03/manusia-jeung-cinta-kasih.html' title='Manusia Jeung Cinta Kasih'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-pNopO4qd_ZY/TW2lUAEO1tI/AAAAAAAAABw/cgosM3RY9tU/s72-c/cinta-allah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-8610637148944895247</id><published>2011-02-22T05:18:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T05:18:12.321-08:00</updated><title type='text'>Tugas Ilmu Budaya Dasar minggu I</title><content type='html'>&lt;div class="MsoListParagraph" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Hakekat Manusia dalam pandangan kebudayaan..&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Manusia pada dasarnya adalah makhluk budaya yang harus membudayakan dirinya. Manusia sebagai makhluk budaya mampu melepaskan diri dari&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 6pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ikatan dorongan nalurinya serta mampu menguasai alam sekitarnya dengan alat pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini berbeda dengan binatang sebagai makhluk hidup yang sama-sama makhluk alamiah dengan manusia dia tidak dapat melepaskan dari ikatan dorongan nalurinya dan terikat erat oleh alam sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1ewaPZlVGyA/TWO1Hb3idXI/AAAAAAAAABg/Ots1HDB4MyE/s1600/semar.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-1ewaPZlVGyA/TWO1Hb3idXI/AAAAAAAAABg/Ots1HDB4MyE/s1600/semar.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Istilah kebudayaan berasal dari kata budh berasal dari bahasa Sansekeerta. Dari kata budh ini kemudian dibentuk kata budhayah yang artinya bangun atau sadar. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah culture.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Havinghust dan Neugarten menyatakan bahwa kebudayaan dapat didefinisikan sebagai cara bertingkah laku, etiket, bahasa, kebiasaan, kepercayaan agama dan moral, pengetahuan, sikap dan nilai-nilai yang merupakan hasil karya manusia seperti halnya bermacam-macam benda termasuk di dalamnya alat-alat teknologi. Dari pendapat ini dapat kita ketahui bahwa kebudayaan dapat berujud tingkah laku, hal-hal yang berupa rohaniah dapat pula berupa barang-barang material.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan. Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kepribadian Bangsa Timur&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NYtVKpPI_-U/TWO2L5FLU9I/AAAAAAAAABk/vLyC4fXpjrI/s1600/bangsa+timur.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-NYtVKpPI_-U/TWO2L5FLU9I/AAAAAAAAABk/vLyC4fXpjrI/s1600/bangsa+timur.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Banyak orang masih sering mempersoalkan perbedaan antara kebudayaan Barat dan kebudayaan Timur. Padahal konsep itu berasal dari orang eropa barat dalam zaman ketika mereka berexpansi menjelajah dunia, menguasai wilayah luas di afrika,Asia san Oseania. Dan memantapkan pemerintah-pemerintah jajahan mereka dimana-mana. Semua kebudayaan di luar kebudayaan mereka di Eropa Barat disebutkan kebudayaan Timur, sebagai lawannya kebudayaan mereka sendiri yang mekeka sebut kebudayaan Barat&lt;br /&gt;Contoh: Kepribadian Indonesia&lt;br /&gt;Indonesia memiliki lebih dari 220 juta penduduk yang memiliki beragam budaya, suku dan adat istiadat, Indonesia sebagai bagian dari Negara-negara yang ada dalam posisi benua Asia memiliki adat yang disebut adat ketimuran yang berbeda dengan adat atau budaya barat seperti Amerika atau Eropa.&lt;br /&gt;Indonesia yang tergabung dari berbagai suku, contohnya Jawa, Batak, Sunda, Banjar, Dayak, Bugis, Asmat, dan lain-lain terkenal dengan keramah tamahan masyarakatnya dan tingginya rasa saling menghormati antar sesama, ini bisa dibuktikan dengan terciptanya Negara ini yang dapat menyatukan semua suku, atau missal di daerah Banjarmasin yang penduduknya bisa saling terbuka dan menerima penduduk dari suku lain antaranya jawa, bugis, batak atau suku dari Negara lain seperti Cina dan Arab yang datang melalui akulturasi budaya dulunya.&lt;br /&gt;Pada tanggal 28 oktober 1928 sebelum kemerdekaan bangsa ini tercipta, semua pemuda dari beragam suku di Indonesia yang memiliki sebutan Yonk Java ( jawa), Yonk Celebes (sulawesi), Yonk Borneo (Kalimantan) dan sebagainya berikar untuk menyatu dan bergabung menjadi satu kesatuan bangsa, dengan beralasan karena semuanya memiliki kesamaan budaya dalam artian satu cita-cita dan rasa saling menghormati. Peristiwa ini sering kita sebut dengan “Sumpah Pemuda”.&lt;br /&gt;Personality dan culture bangsa Indonesia tentunya sangat berbeda dengan negara-negara barat, perbedaaan ini adalah karena pandangan hidup dan kebiasaan manusianya yang berbeda.&lt;br /&gt;Dalam era globalisasi ini, bukan hanya perdagangan bebas saja yang utamakan dan menjadi program kerja negara-negara didunia ini namun juga kebudayaan negara-negara kuat mengekor bahkan secara langsung bisa di terima di bumi pertiwi ini, lalu bagaimana dan seperti apa kepribadian Indonesia saat ini?&lt;br /&gt;Bukan berarti kepribadian negara luar itu jelek atau kepribadian kita yang bagus, namun perlu kita cermati apakah cocok atau tidak kebudayaan luar itu kita adopsi, selama ini kita seakan telah mengikuti jaman atau trend yang up to date, dalam berpakaian, dalam pemikiran, meningkatkan rasa gengsi, individualisme dan lain sebagainya yang berbau kepribadian barat.&lt;br /&gt;Dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia yang memiliki adat ketimuran, rasa toleransi, ramah, sopan santun, saling menghargai, gotong royong dan lain sebagainya selalu menjadi dasar dalam hidup bermasyarakat. Bedanya dengan kepribadian orang-orang barat, disana mereka berpikir individualis, bermasyarakat atas dasar kegunaan. Itulah pandangan mereka yang telah terbentuk sejak dari migrasinya orang inggris ke benua amerika dan sejak jaman revolusi industri.&lt;br /&gt;Pemikiran ini terbentuk karena proses kehidupan mereka yang selalu berpikir logis, struggle untuk hidup, bagaimana tidak, ketika mereka berpindah dari tanah inggris ke tanah amerika banyak sekali perjuangan yang telah mereka korbankan untuk mendapat kehidupan yang layak di banding di negara pertamanya yaitu Inggris. Atau di inggris sendiri, buruh-buruh banyak yang ditelantarkan, mereka berjuang untuk hidup dan mulai untuk mementingkan diri sendiri.&lt;br /&gt;Di Indonesia, itu tidak terjadi, alam yang kaya raya, subur makmur tak menjadikan masyarakatnya susah dan menderita, bahkan sikap saling memberi merupakan sebuah kewajiban, namun karena sikap inilah ternyata kolonialisme, imperialisme dapat masuk dan mengubah pandangan hidup masyarakat Indonesia, orang portugis, belanda, dan spanyol sangat berpengaruh pada perubahan jati diri bangsa ini, direct rule dan indirect rule yang ditanamkan bangsa barat, mengubah pemikiran bangsa dan masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;Kadang kita tidak menyadari bahwa sekarang ini masyarakat Indonesia sedang menyeimbangkan gaya hidup serta menyadur pemikiran orang-orang barat dalam artian meniru bukan menjadikan referensi, jika kita bisa melihat esensi pemikiran masyarakat desa yang masih alami di Indonesia ini mungkin kita akan sadar bahwa inilah kepribadian bangsa kita yang dulu menjadi ciri khas bangsa ini yang cantik dengan adat ketimurannya.&lt;br /&gt;Kembali ke masalah perubahan, dalam kepribadian, perubahan kepribadian bukan hal yang dilarang, posisi serta jati diri yang membentuk kehidupan masyarakat bangsa indonesia dari dulu kala menjadi indikator dalam memilah dan memilih mana yang bisa kita pakai, intinya cocok atau tidak cocok dengan adat kita yaitu adat ketimuran.&lt;br /&gt;Menyadur isi dari bukunya Koenjtoroningrat, Pengantar Ilmu Antropologi bahwa unsure kepribadian manusia di bentuk oleh pengetahuan, perasaan dan dorongan naluri.&lt;br /&gt;Pengetahuan, berhubungan dengan apa yang kita lihat, rasakan dan rabaan kita tentang sesuatu, yang masuk ke dalam otak kita serta diproses dalam akal manusia menjadi sebuah gambaran atau referensi yang tersimpan dalam pikiran. Masukan tersebut bisa dari lingkungan, pengalaman serta peristiwa yang memang kita kehendaki untuk diproses menjadi sebuah moment tertentu. Inilah yang membentuk jati diri kita secara tidak langsung dalam kurun waktu tertentu jika hasil pengetahuan ini kita terapkan.&lt;br /&gt;Perasaan, adalah anugerah tuhan yang diberikan kepada manusia untuk digunakan sebagai alat penilai dalam memilih apa yang bisa kita lakukan dan hindari, mengetahui mana yang negative atau yang positif, melihat mana yang cocok atau yang tak cocok, meskipun bersifat subyektif namun sangat berguna bagi kita untuk menimbulkan sebuah keinginan.&lt;br /&gt;Dorongan naluri, selain pengetahuan yang didapat melalui proses kehidupan, manusia memiliki bawaan atau gen sejak lahir. Missal naluri untuk mempertahankan hidup, naluri untuk usaha mencari makan, naluri sex, naluri untuk bergaul, berbakti dan lain sebagainya, jika naluri ini digabungkan secara seimbang dengan pengetahuan maka akan jadi wujud kepribadian.&lt;br /&gt;Menyoal lebih dalam menuju kepribadian manusia tidak terlepas dari ilmu psikologi. Menurut David Cohen dari Oxford university dalam bukunya “ melesatkan otak kiri otak kanan “ teori kepribadian merupakan sebuah bidang psikologi yang telah terasimilasi ke dalam kebudayaan yang luas secara mendalam.&lt;br /&gt;Ini menegaskan kita bahwa kepribadian individu atau masyarakat, sangat berpengaruh dalam lahirnya sebuah kebudayaan manusia dan mendorong terbentuknya kepribadian umum suatu bangsa. Untuk memahami jati diri bangsa ini, tak perlu seluruh masyarakat di negara ini sadar akan jati diri bangsa ini, mulailah dari diri kita sendiri, kenali kepribadian bangsa kita yang tercinta ini.&lt;br /&gt;Pandai-pandailah dalam memfilter kebudayaan negara lain yang selama ini kita telan mentah-mentah, lalu kita pikirkan apakah pantas jika kebudayaan barat kita pakai dan dijadikan kepribadian baru bangsa ini serta melupakan jati diri kita sebagai orang timur yang penuh dengan rasa sopan santun.&lt;br /&gt;Ingatlah dengan adat-adat ketimuran kita yang beraneka ragam namun saling menghargai dan satu visi, alangkah indahnya jika kita selalu berpegang teguh pada adat yang telah membentuk kepribadian umum bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bagan Psiko-sosiogram.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jasad; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan difoto, dan menempati ruang dan waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hayat; yaitu mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ruh; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersift konseptual yang menjadi&amp;nbsp; pusat lahirnya kebudayaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Nafas; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;I. Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan cirri alami yang irrasional dan terkait masalah sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri, tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ego. Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubgunkan energi Id ke dalam saluran osial yang dapat dimengerti oleh orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Superego. Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego&amp;nbsp; menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Definisi Kebudayaan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kebudayaan, kesenian, bukum, adat istihadat dan setiap kemampuan lain dan kebiasaan yang dimiliki oleh manusia sebagai anggota suatu masyarakat. Misalnya: dari alat-alat yang paling sederhana seperti asesoris perhiasan tangan, leher dan telinga, alat rumah tangga, pakaian, system computer, non materil adalah unsur-unsur yang dimaksudkan dalam konsep norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan / keyakinan serta bahasa.&lt;br /&gt;Para kebudayaan sering mengartikan norma sebagai tingkah laku rata-rata, tingkah laku khusus atau yang selalu dilakukan berulang – ulang. Kehidupan manusia sellau ditandai oleh norma sebagai aturan sosial untuk mematok perilaku manusia yang berkaitan dengan kebaikan bertingkah lak, tingkah laku rata-rata atau tingkah laku yang diabstaksikan. Oleh karena itu dalam setiap kebudayaan dikenal norma-norma yang ideal dan norma-norma yang kurang ideal atau norma rata-rata. Norma ideal sangat penting untuk menjelaskan dan memahami tingkah laku tertentu manusia, dan ide tentang norma-norma tersebut sangat mempengaruhi sebagian besar perilaku sosial termasuk perlaku komunikasi manusia.&lt;br /&gt;Nilai adalah konsep-konsep abstrak yang dimiliki oleh setiap individu tentang apa yang dianggap baik atau buruk, benar atau salah, patut atau tidak patut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KIIu_4xQn9g/TWO3ISN540I/AAAAAAAAABo/RuS8neV43oI/s1600/1.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-KIIu_4xQn9g/TWO3ISN540I/AAAAAAAAABo/RuS8neV43oI/s1600/1.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Unsur penting kebudayaan berikutnya adalah kepercayaan / keyakinan yang merupakan konsep manusia tentang segala sesuatu di sekelilingnya. Jadi kepercayaan / keyakinan itu menyangkut gagasan manusa tentang individu, orang lain, serta semua aspek yang berkaitan dengan biologi, fisik, sosial, dan dunia supernatural. Unsure penting kebudayaan adalah bahasa, yakni system kodifikasi kode dan symbol baik verbal maupun non verbal, demi keperluan komunikasi manusia.&lt;br /&gt;Definisi kebudayaan di atas seolah bergerak dari suatu kontinum nilai kepercayaan kepada perasaan dan perilaku tertentu. Perilaku tertentu. Perilaku tersebut merupakan model perilaku yang diakui dan diterima oleh pendukung kebudayaan sehingga perilaku itu mewakili norma-norma budaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;7 Unsur Kebudayaan Universal.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;C.Kluckhon di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan ada 7 unsur kebudayaan universal, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;1. Sistem Religi (sistem kepercayaan). Merupakan produk manusia sebagai homo religious yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;2. Sistem organisasi kemasyarakatan. Merupakan produk dari manusia sebagai homo socious, sadar bahwa tubuhnya lemah namum memiliki akal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;3. Sistem pengetahuan. Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens, pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi. Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;5. Sistem Teknologi dan Peralatan. Merupakan produk dari manusia sebagai homo faber, bersumber dari pemikiran yang cerdas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;6. Bahasa. Merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens, mulanya diwujudkan dalam bentuk kode yang kemudian disempurnakan dalam bahasa lisan dan tulisan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;7. Kesenian. Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus, setelah mencukupi kebutuhan fisiknya maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3 Wujud Kebudayaan Menurut Dimensi Wujudnya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-__5z0Rqw6fU/TWO3JnNjFnI/AAAAAAAAABs/cyA6xzI18Jg/s1600/2.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-__5z0Rqw6fU/TWO3JnNjFnI/AAAAAAAAABs/cyA6xzI18Jg/s1600/2.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kebudayaan mempunyai 3 wujud, yaitu : Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia Disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya. Kompleks aktivitas Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati. Wujud sebagai benda Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-8610637148944895247?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/8610637148944895247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/02/tugas-ilmu-budaya-dasar-minggu-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/8610637148944895247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/8610637148944895247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2011/02/tugas-ilmu-budaya-dasar-minggu-i.html' title='Tugas Ilmu Budaya Dasar minggu I'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1ewaPZlVGyA/TWO1Hb3idXI/AAAAAAAAABg/Ots1HDB4MyE/s72-c/semar.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-6510546627581279802</id><published>2010-11-13T21:45:00.003-08:00</published><updated>2010-11-13T21:45:20.857-08:00</updated><title type='text'>NIKAH</title><content type='html'>1.Ketika akan menikah - jangan mencari istri, tapi carilah ibu bagi  anak-anak kita. Janganlah mencari suami tapi carilah ayah bagi anak-anak  kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Ketika melamar – Anda bukan sedang meminta kepada orang  tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orangtua/wali si  gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Ketika akad nikah – Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu tetapi menikah di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Ketika  resepsi pernikahan – catat dan hitung semua tamu yang datang untuk  mendoakan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua  dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk bercerai karena  menyia-nyiakan doa mereka.sekallian itung isi amplop yang mereka  bawa.....hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Sejak malam pertama – bersyukur dan bersabarlah, anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Selama  menempuh hidup berkeluarga – sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui  tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh  onak dan duri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Ketika biduk rumah tangga oleng – jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Ketika belum memilki anak – cintailah istri atau suami anda 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.ketika  telah memiliki anak – jangan bagi cinta anda kepada (suami) istri dan  anak anda, tetapi cintailah istri atau suami anda 100% dan cintai  anak-anak anda masing-masing 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.ketika ekonomi keluarga  belum membaik – yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding  lurus dengan tingkat ketaatan suami dan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Ketika ekonomi membaik – jangan lupa jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Ketika anda adalah suami – boleh bermanja-manja kepada istri&lt;br /&gt;tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila istri membutuhkan pertolongan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Ketika  anda adalah istri – tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut,  tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Ketika  mendidik anak – jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah  orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang  baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Ketika anak  bermasalah – yakinilah bahwa tidak ada seorang anak pun yang mau  bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak  didengar oleh orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.Ketika ada pil – jangan diminum cukuplah suami sebagai obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.Ketika ada wil – jangan dituruti, cukuplah istri sebagai pelabuhan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.Ketika  memilih potret keluarga – pilihlah potret keluarga sekolah yang berada  dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.Ketika ingin langgeng dan harmonis – gunakanlah 7 k;&lt;br /&gt;1. ketaqwaan&lt;br /&gt;2. kasih sayang&lt;br /&gt;3. kesetiaan&lt;br /&gt;4. komunikasi dialogis&lt;br /&gt;5. keterbukaan&lt;br /&gt;6. kejujuran&lt;br /&gt;7. kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang mau nikah, SELAMAT yah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang belum nikah, aku juga belum nikah nih...(^_^)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-6510546627581279802?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/6510546627581279802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/11/nikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/6510546627581279802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/6510546627581279802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/11/nikah.html' title='NIKAH'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-4212214618130854233</id><published>2010-11-04T18:45:00.001-07:00</published><updated>2010-11-04T18:45:55.067-07:00</updated><title type='text'>Ilmu Pengetahuan Dasar</title><content type='html'>Ilmu pengetahuan dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ialah -      pengetahuan yang telah di uji kebenarannya&lt;br /&gt;- Membahas hal-hal  yang dapat diamati.&lt;br /&gt;Ciri-ciri ilmu : &lt;br /&gt;a) Jelas objeknya(mempunyai ontologis ilmu).&lt;br /&gt;b) Mempunyai metode/cara tertentu (epistimologi ilmu).&lt;br /&gt;c) Bersifat sistimatis.&lt;br /&gt;d) Bersifat universal.&lt;br /&gt;e) Mempunyai kegunaan bagi kesejahteraan hidup manusia (aksiologis ilmu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya ilmu dapat dibagi menjadi 2, yaitu ilmu murni dan ilmu terapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu murni : ialah ilmu yang membahas/mendalami ilmu itu sendiri. Dalam  pendidikan ilmu murni akan tampak dari adanya usaha untuk membahas  teori-teori pendidikan secara dalam (sampai tingkat elementer-atomistik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmi terapan : ialah usaha-usaha menerapkan dalam kegiatan proses kehidupan (sebagai alat yang memudahkan kehidupan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan&lt;br /&gt;Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui  tentang suatu objuk tertentu, termasuk kedalamnya adalah ilmu, jadi ilmu  merupakan bagian dari pengetahuan yang di kenal oleh manusia  .Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung  atau tak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Sukar untuk  dibayangkan bagaimana kehidupan manusia seandainya pengetahuan itu tidak  ada, sebab pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai  pertanyaan yang muncul dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu  yang dianjurkan. Oleh sebab itun agar dapat memanfaatkannya segenap  pengetahuan kita secara maksimal maka harus kita ketahui jawaban apa  saja yang mungkin bisa diberikan oleh suatu pengetahuan tertentu atau  dengan kata lain, perlu kita ketahui kepada pengetahuan mana suatu  pertanyaan tertentu harus kita anjurkan.&lt;br /&gt;Jadi pada hakikatnya kita mengharapkan jawaban yang benar, dan bukanlah  sekedar jawaban yang bersifat sembarang . masalah yang dalam kajiaan  filsafati tersebut epitemologi, dan landasan epistemologi ilmu di sebut  metode ilmiah. Dengan kata lain metode ilmiah adalah cara yang di  lakukan ilmu dalam menyusun pengetahuanyang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa  ontologi, bagaimana epistemologi dan untuk apa aksiologi pengetahuan  tersebut disusun. Ketiga landasan ini saling berkaitan; jadi ontologi  ilmu terkait dengan epistemologi ilmu dan epistemologi ilmu terkait  dengan aksiologi ilmu dan seterusnya. Jadi kalau kita ingin membicarakan  epistemologi ilmu, maka hal ini harus dikaitkan dengan ontologi dan  aksiologi ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan landasan ontonomi dan aksiologi seperti itu maka bagaimana  sebaiknya kita mengembangkan landasan epistemologiyang cocok? Persoalaan  utama yang dihadapi oleh tiap epistemologi pengetahuan pada dasarnya  adalah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan  memperhitungkan aspek ontologi dan aksiologi masing-masing. Demikian  juga halnya dengan masalah yang dihadapi epistrmologi keilmuan yakni  bagaimana menyusun pengetahuan yang benar untuk menjawab permasalahan  mengenai dunia empiris yang akan digunakan sebagai alat untuk meramalkan  dan mengontrol gajala alam.Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai  alam menjadi kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penalaran merupakan salah satu kemampuan yang menyebabkan manusia mampu  mengembangkan yang merupakan rahasia kekuasaan-kekuasaannya. Secara  simbolik manusia memakan buah pengetahuan lewat Adam dan Hawa dan  setelah itu manusia harus hidup berbekal pengetahuan ini. Dia mengetahui  mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang  buruk, serta mana yang indah dan mana yang jelek. Secara terus-menerus  dia dipaksa harus mengambil pilihan: mana jalan yang benar mana jalan  yang salah. Mana tindakan yang baik mana tindakan yang buruk, dan apa  yang indah dan apa yang jelek. Dalam melakukan pilihan manusia berpaling  kepada pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah satu-satunya mahluk yang mengembangkan pengetahuan ini  secara sunguh-sungguh. Binatang juga mempunyai pengetahuan, namun  pengetahuan ini terbatas untuk kelangsungan hidupnya (survival). Seekor  kera tahu mana buah jambu yang enak. Seorang anak tikus tahu mana kucing  ganas. Anak tikus ini tentu saja diajari induknya untuk sampai pada  pengetahuan bahwa kucing itu berbahaya.&lt;br /&gt;Manusia mengembangkan pengetahuannya mengatasi kebutuhan kelangsungan  hidup ini. Dia memikirkan hal-hal baru, menjelajah ufuk baru, karena dia  hidup bukan sekedar kelangsungan hidup, namun lebih dari itu. Manusia  mengembangkan kebudayaan; menusia memberi makna kepada kehidupan; dan  masih banyak lagi pernyataan semacam ini: semua itu pada hakikatnya  menyimpulkan bahwa manusia itu dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu  yang lebih tinggi dari sekedar kelangsungan hidupnya. Inilah yang  menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuanannya; dan pengetahuaan ini  jugalah yang mendorong manusia menjadi mahluk yang bersifat khas dimuka  bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuaan ini mampu dikembangkan manusia disebabkan dua hal utama  yakni, pertama manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan  informasi dan jalan pikiran yang menelatarbelakangi informasi tersebut.   Sebab kedua, yang menyebabkan manusia  mampu mengembangkan  pengetahuaannya dengan cepat dan mantap, adalah kemampuan berfikir  menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. Secara garis besar cara  berpikir seperti ini disebut poenalaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kelebihan inilah yang memungkinkan manusia mengembangkan  pengetahuannya yakni bahasa yang bersifat komunikatif dan pikiran yang  mampu menalar. Tentu saja tidak semua pengetahuan berasal dari proses  penalaran; sebab berpikir pun tidak semuanya bedasarkan penalaran.  Manusia bukan semata-mata mahluk yang berpikir: sekedar homo sapiens  yang steril. Manusia adalah mahluk yang berpikir, merasa, mengindra; dan  totalitas pengetahuannya berasal dari ketiga sumber tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan.  Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran  maka proses berpikir itu harus dilakukan sesuatu cara tertentu. Suatu  penarikan kesimpulan sudah dianggap sahih kalau proses penarikan  kesimpulan tersebut di lakukan menurut cara tertentu.cara  penarikankesimpulan itu disebut logika, logika secara luas dpt  disimpulkan sebagai pengkajian untuk berpikir secara sahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik logika deduktif maupun logika induktif, dalam proses penalarannya,  menggunakan premis-premis yang berupa pengetahuan yang dianggapnya  benar. Kenyataan ini membawa kita kepada sebuah pernyataan ; bagaimana  caranya kita mendapatkan pengetahuan yang benar itu? Pada dasarnya  tersapat dua cara yang pokok bagi menusia untuk mendapatkan pengetahuan  yang benar. Yang pertama adalah mendasarkan diri kepada rasio. Yang  kedua mendasarkan diri kepada pengalaman. Kaum rasionalis mengembangkan  paham yang kita kenal yaitu rasionalisme. Sedangkan mereka mendasarkan  diri kepada pengalaman pengembangan paham yang disebut dengan empirisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping rasionalisme dan empirisme masih terdapat cara untuk  mendapatkan pengetahuan yang lain.yang penting untuk kita ketahui adalah  intuisi dan wahyu. Intuisi merupakan pengetahuan yang didapaykan tanpa  melalui proses penalaran tertentu.wahyu merupakan pengetahuan yang  disampaikan oleh tuhan kepada manusia. Pengetahuan ini disalurkan lewat  nabi-nabi yang di utusnya sepanjang jaman. Agama merupakan pengetahuan  bukan saja mengenai kehidupan sekarang yang terjangkau pengalamannya,  namun juga mencangkup masalah-masalah yang bersifat transedental seperti  latar belakang penciptaan manusia dan hari kemudian diakherat nanti.  Pengetahuan ini didasarkan kepada kepercayaan akan hal-hal yang  gaib(supernatural). Kepercayaan kepada tuhan yang merupakan sumber  pengetahuan. kepercayaan kepada nabi sebagai perantara dan kepercayaan  terhadap wahyu sebagai cara penyampaian, merupakan dasar dari penyusunan  pengetahuan ini. Kepecayaan merupakan titik tolak dalam  agama.pengetahuan, lain seperti ilmu umpamanya, bertitik tolak  sebaliknya. Ilmu di mulai dengan rasa tidak percaya, dan setelah melalui  proses pengkajian ilmiah, kita bisa di yakinkanatau tetap pada  pendirian semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh antara ilmu dan pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh-jauh dari lingkungan sekitar yang pernah kita jumpai/ pernah  kita rasakan antara lain seperti, saat melihat plank/tanda dimana gambar  tersebut bermaksud tidak boleh parkir, tapi masih ada saja yang parkir  di depan plank tersebut,jadi kita dapat menyimpulkan bahwa kita itu   punya pengetahuan akan tetapi ilmunya yang tidak dipakai.&lt;br /&gt;Dan ada lagi seperti dimana ada papan yang bertuliskan bahwa disini tidak boleh membuang sempah, tetapi coba kita liat......&lt;br /&gt;masih banyak juga orang yang membuang dia area papan larangan tersebut.  Yang dapat mengakibatkan banyak permasalahan seperti  mudah terserang  penyakit disebabkan  tempat tersebut jadi kumuh,kotor, lebih parah lagi  bisa menyebabkan banjir. Andai saja banyak orang yang mematui peraturan  tersebut. Banyak keuntungan yang akan kita dapati , daerah yang  bersih,teratur, dan kita juga akhirnya mengerti bahwa pengetahuan kita  itu dipakai, dan ilmunya juga pun di pakai pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://dhonykurniadi0204.blogspot.com/2010/10/ilmu-pengetahuan-dasar.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-4212214618130854233?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/4212214618130854233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/11/ilmu-pengetahuan-dasar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/4212214618130854233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/4212214618130854233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/11/ilmu-pengetahuan-dasar.html' title='Ilmu Pengetahuan Dasar'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-4302205677479724405</id><published>2010-11-04T18:43:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T18:43:48.841-07:00</updated><title type='text'>We Know Nothing Or All things</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;We Know Nothing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; yang dapat di artikan dalam bahasa indonesia adalah &lt;b&gt;kita tidak mengerti sesuatu(tidak tahu apa&lt;/b&gt;). Oleh sebab itu dari kita tidak tahu apa-apa(sesuatu), kita perlu cari tahu sesuatu tersebut. Sedangkan &lt;b&gt;We Know All thing&lt;/b&gt; dapat diartikan dalam bahasa indonesianya adalah &lt;b&gt;Kita tahu semua hal-hal(segalanya&lt;/b&gt;). Dengan kita tahu semua hal_hal(segalanya),berati kita tidak perlu mencari sesuatu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Saya sendiri temasuk orang yang &lt;b&gt;(we know nothing)&lt;/b&gt; banyak hal yang belum saya ketahui di alam semesta.Oleh karena itu saya perlu banyak mencari tahu tentang berbagai sesuatu tersebut dengan mencari pengalaman-pengalaman sebanyak mungkin. Belajar mana yang baik dan juga mana yang buruk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Di dunia yang luas ini banyak sekali sesuatu yang tidak banyak orang ketahui, tetapi banyak seseorang yang mencari tahu sesuatu tersebut.tetapi ada juga seseorang yang tidak ingin mencari tahu sesuatu tersebut.di karenakan mungkin orang tersebut merasa sudah tahu berbagi hal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dengan membaca berbagai macam buku,novel atau majalah serta koran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;bergaul dengan teman-teman sekitar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dapat pula dengan membuka berita-berita/sesuatu yang tidak diketahui&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; internet&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12pt;"&gt;v&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mencari berbagai macam pengalaman dimana saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Selain tips-tips sukses bisnis belajar dari pengalaman orang lain di atas, ada beberapa tips sukses dalam&lt;br /&gt;menjalankan bisnis:&lt;br /&gt;1. Mengubah Pola Pikir, Tindakan manusia dikendalikan oleh cara berfikirnya, untuk sukses yang&lt;br /&gt;pertama kali harus diubah adalah cara berfikir kita. Pikiran harus dikondisikan dalam kondisi terdesak&lt;br /&gt;agar memacu tindakan menuju kesuksesan.&lt;br /&gt;2. Keterampilan menangkap peluang Usaha, keterampilan tidak hanya berani tetapi juga jeli melihat&lt;br /&gt;peluang usaha yang prospektif dan tidak. Peluang usaha yang terlihat kecil tetapi bisa jadi menjanjikan&lt;br /&gt;keuntungan yang besar.&lt;br /&gt;3. Melakukan Tindakan, meski pikiran menentukan tindakan tetapi tidak akan berarti apa=apa tsnpa&lt;br /&gt;tindakan.. Perubahan positif akan tercapai bila melakukan perubahan dengan tindakan nyata.&lt;br /&gt;Keberuntungan lebih berpihak kepada yang banyak mencoba dan melakukannya, bukan kepada orang&lt;br /&gt;yang berangan-angan melajukan dan tidak berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;4. Memilih Usaha yang belum terlalu banyak dilakukan orang lain.Memilih usaha yang belum banyak&lt;br /&gt;dilakukan orang lain meminimalkan persaingan (Threats dalam Analisis SWOT).&lt;br /&gt;5.Memilih Bidang usaha yang menarik, semua orang pada dasarnya bisa melakukan apa saja tetapi&lt;br /&gt;pilihlah bidang usaha yang paling menarik minat kemudian ditekuni dan dilakukan dengan penuh&lt;br /&gt;kesungguhan. Hobi bisa menjadi peluang usaha jika ditekuni dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;Orang yang belajar dari pengalaman hidupnya adalah orang yang tergolong “WE KNOW NOTHING”&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dari pengalaman pribadi saya sendiri banyak sekali pengalaman-pengalaman yang pernah saya alami yang tadinya saya tidak mengetahuinya hingga saya dapat mengetahuinya dari usia dini hingga sekarang ini. Dari mulai hadir di dunia ini, kita sudah mulai belajar. Dimana saat saya masih balita yang tidak mengetahui cara berjalan sebelum berjalan saya dapat merangkak dahulu. Itu semua butuh proses. Dan yang akhirnya dapat menemukan pola atau cara saya dapat merangkak. Setelah itu, baru dapat berjalan.itu juga termasuk dari yang belum diketahui jadi tahu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kemudian disaat saya meranjak umur 6tahun, ketika itu baru masuk sekolah dasar, dan disitu saya tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada saya pada saat sekolah tersebut. Tetapi saat dijalankan ternyata banyak masukan-masukan,pengalaman-pengalaman, pengetahuan-pengetahuan yang saya dapati, hingga saat dimana bisa lulus melnjutkan ketingkat yang selanjutnya yaitu SLTP.di SLTP saya semakin bertambah lagi pengetahuan,pengalaman dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Hingga saya lulus serta melanjutkan kejenjang SLTA,ketika itu kebetulan saya masuk di sekolah SMK(Sekolah Menengah Kejuruan). Di SMK ini saya mendapati hal yang berbeda lagi dari sebelumnya di saat di SLTP. Saat di SLTA saya mengambil jurusan Gambar Bangunan yang berisikan pelajaran tentang bangunan-bangunan.cara membuat hingga cara menghitung bangunan tersebut. di SMK ini pengetahuan yang saya dapati semakin luas lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kemudian setelah SLTA selesai saya tak kunjung di hampiri pengalaman-pengalaman baru lagi. Seperti saat lulus saya di terima bekerja tanpa melamar keperusahaan-perusahaan. Bersyukur sekali “alhamdullah” nah dari kerja tersebut, pengalaman baru saya semakin bertambah. Kenapa saya bilang bertambah, dikarenakan dari seorang yang lulusan gambar bangunan saya bekerja di perusahaan otomotif, secara logika tidak aa hubungan sama sekali, tetapi namanya rejeki masa ditolak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dan yang akhirnya saya ambil pekerjaan tersebut. Ternyata seketika di jalani luar biasa kehidupan saya tersebut. Dari yang tidak pernah namanya memegang uang dari jerih payah sendiri dan akhirnya pun dapat merasakan yang namanya memegang uang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;Saya menemukan berbagai pengetahuan yang sangat luas,pengalaman yang sangat banyak,serta bertambah lagi pula teman-teman saya. Dan yang akhirnya semakin kedepan semakin banyak sekali yang saya dapati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jadi semua itu harus harus dijalani untuk mencari sesuatu yang tidak kita ketahui menjdi sesuatu yang akhirnya kita ketahi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-4302205677479724405?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/4302205677479724405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/11/we-know-nothing-or-all-things.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/4302205677479724405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/4302205677479724405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/11/we-know-nothing-or-all-things.html' title='We Know Nothing Or All things'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-4659413465442169143</id><published>2010-10-28T05:16:00.000-07:00</published><updated>2010-10-28T05:16:32.700-07:00</updated><title type='text'>Homo Homini Socio  &amp; Homo Homini Lupus</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya” atau juga disebut “Homo homini Lupus ” istilah ini pertama kali di kemukakan oleh plautus pada tahun 945,yang artinya sudah lebih dari 1500 tahun, sepertinya istilah ini masih tetap berlaku sampai sekarang.&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri Hidup di dalam suatu negara sangat di butuhkan sosialisasi karena kita tidak dapat Hidup dengan sendirinya tanpa ada manusia lain . Untuk mewujudkan itu semua memang tidak mudah dimana kita harus menghadapi berbagai konflik yang akan memicu lahirnya sikap saling mangsa Dan disinilah Peran Hati nurani &amp;amp; ego sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;gambaran manusia di jaman sekarang ini sangatlah mengerikan dari segi sikap dan perbuatan terkadang lebih keji dari pada hewan yang paling buas sekalipun,saling sikut,saling berebut saling tikam bahkan saling memangsa layaknya serigala yang buas siap menerkam mangsanya demi sebuah kepuasan (ambisi).&lt;br /&gt;sebagai contoh yang terjadi di dalam kehidupan kita seperti tindakan kekerasan,mulai dari perkelahian ,pembunuhan,pemerkosaan,serta aksi teror pemboman yang sedang trend di negara kita dan perang dunia yang memungkinkan akan terjadi lagi . Pengakuan sebagai umat beragamapun yang telah patuh terhadap ajaranya kerap kali sebagai alasan tindakan kekerasan bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang. Banyak pelaku kekerasan seperti tersebut menyatakan ini masalah iman, masalah Tuhan atau masalah kebenaran (kebenaran yang ditafsirkan manusia itu sendiri).&lt;br /&gt;Ego seperti apakah yang membuat manusia menggurat sejarah kekerasan dalam perbudakan-rasisme, Holocaust-rasisme, seksisme yang menyuburkan perdagangan manusia untuk kepentingan prostitusi, lalu yang sedang marak disoroti saat ini adalah kekerasan karena spesiesme. Mungkin sudah saatnya bagi manusia melihat jernih kekerasan karena spesiesme. Spesies manusia merasa lebih unggul dari spesies hewan hingga ‘boleh’ diperlakukan sebagai ‘milik-properti’ . Hewan diperlakukan tak beda dengan benda. Perasaan takut, marah, sakit saat disiksa hingga meregang nyawa ‘tak terlihat’ oleh ego manusia. Manusia sedang dan terus memelihara spesiesme ini, pertanyaannya, akan sampai kapan? Manusia butuh kejernihan hati dan akal, menimbang kembali apakah spesiesme layak dipelihara. Jika saja ada spesies yang lebih unggul dari manusia, penguasaan teknologi lebih tinggi dari manusia, manusia bisa saja dieksploitasi, dijadikan objek penelitian, bahkan dijadikan makanan. Seperti pada film the Island, sebuah film futuristik yang mengisahkan tentang komodifikasi manusia kloning untuk kepentingan asuransi kesehatan.&lt;br /&gt;Jaminan kesehatan diberikan dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan adanya manusia kloning. Semua potensi penyakit dapat diatasi. Jika secara genetik Anda memilki potensi penyakit ginjal, diabetes atau jantung, Anda tidak perlu khawatir asal punya DUIT membayar asuransi, organ manusia kloning siap mengganti semua ‘onderdil’ yang bermasalah dalam tubuh Anda. Manusia kloning dengan rekayasa genetik sedemikian rupa diprogram agar tumbuh menjadi manusia yang super sehat untuk menjaga kualitas organnya. Namun rasa dan emosi mereka telah disetel, diprogram sedemikian rupa agar tidak ‘hidup’. Manusia kloning hidup tanpa rasa dan emosi meski dalam akhir cerita ada manusia kloning yang menyimpang , ada manusia kloning yang tetap punya emosi, hingga memberontak. Mereka tak ubahnya‘benda’. Di sini manusia satu tidak melihat kelayakan yang sama dengan manusia lainnya, hingga Homo Homini Lupus, dominasi sesama spesies subur dan ’sah-sah’ saja. Spesies manusia yang berduit ‘boleh-boleh’ saja memperlakukan manusia kloning sesuai kebutuhan mereka, karena mereka dianggap spesies manusia-benda.&lt;br /&gt;Dalam dunia nyata wajah homo homini lupus sebenarnya tak asing dalam kasus perdagangan manusia entah untuk kepentingan sebagai buruh pabrik, pekerja di dunia prostitusi dengan berbagai modus. Di China modus terbanyak adalah penculikan, mulai dari anak kecil (biasanya untuk dijadikan pekerja seks untuk pedofilia) dan di Indonesia modusnya memanfaatkan keterjepitan keadaan ekonomi . modus yang digunakan adalah meminta langsung ke orang tua korban dengan memberi segepok uang ke orang tua korban hingga rela melepas anaknya untuk dipekerjakan di Jepang sebagai duta budaya. Kenyataannya, setelah korban sampai di tujuan, korban disodorkan nota utang berisi rincian biaya perjalanan dan biaya pengurusan imigrasi dll. Kondisi terjepit seperti ini, korban tidak memiliki pilihan, hingga terpaksa bekerja di ‘panti’ jauh berbeda dari yang dijanjikan sebelumnya. Sampai pada titik ini, manusia juga telah melihat manusia lain tak ubahnya benda tak berhak punya rasa, yang bisa dieksploitasi. Mungkinkah bakat homo homini lupus ini lahir dan tumbuh bermuasal, berakar dari sikap spesiesme kita terhadap hewan. Sadar tak sadar kita membiasakan diri ‘membenarkan’ mengabaikan rasa mereka. Kita terbiasa memperlakukan mereka seolah tak berhak punya rasa takut, rasa sakit dan rasa cinta akan hidup mereka sendiri . Jadi homo homini socio dan homo homini lupus ini ada dalam diri manusia. Sadar atau tidak kiti memang seperti itu. Kadang kita baik dngan sesame, kadang kita juga berbuat hal yang tidak baik. Mencelakakan seseorang hanya untuk sebuah keinginan. Seperti pemerintah yang mengaku sebagai wakil rakyat. Yang dalam faktanya mereka memakan uang rakyat. Korupsi itu seperti serigala memakan keluarganya. Merugikan Negara, dan rakyat. Negara menurut teori Thomas Hobbes dibutuhkan untuk mencegah kesewenang-wenangan pihak yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan terhadap rakyat yang lemah. Hobbes menilai bahwa negara dibutuhkan perannya yang besar agar mampu mencegah adanya “homo homini lupus” atau manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya. Hobbes memunculkan teori ini karena di masanya ia melihat adanya kesewenang-wenangan terhadap golongan yang lemah, sehingga perlu adanya peran negara untuk mencegah ini.&lt;br /&gt;"manusia adalah kawan bagi sesama". Manusia adalah rekan atau teman bagi sesamanya di dunia sosialitas ini (homo homini socius). Pikiran homo homini socius ini ditaruh untuk mengkritik, mengoreksi, dan memperbaiki sosialitas preman; sosialitas yang saling mengerkah, memangsa, dan saling membenci dalam homo homini lupus (sesama adalah serigala bagi manusia). Definisi Homo Homini Socio 1&lt;br /&gt;Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.&lt;br /&gt;Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:&lt;br /&gt;a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.&lt;br /&gt;b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.&lt;br /&gt;c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain&lt;br /&gt;d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisasi&lt;br /&gt;Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain, yaitu melalui beberapa tahap-tahap play stage, game sytage, dan tahap generalized other.&lt;br /&gt;Menurut Mead pada tahap pertama, play stage, seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya.&lt;br /&gt;Pada tahap game stage seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi.&lt;br /&gt;Pada tahap ketiga sosialisasi, seseorang dianggap telah mampu mengambil peran-peran yang dijalankan orang lain dalam masyarakat yaitu mampu mengambil peran generalized others. Ia telah mampu berinteraksi denagn orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang-orang lain dengan siapa ia berinteraksi.&lt;br /&gt;Menurut Cooley konsep diri (self-concept) seseorang berkembang melalalui interaksinya dengan orang lain. Diri yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini oleh Cooley diberi nama looking-glass self.&lt;br /&gt;Cooley berpendapat looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap. Tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenaoi pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilain oreang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu . Pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi itu menurut Fuller and Jacobs (1973:168-208) mengidentifikasikan agen sosialisasi utama: keluarga, kelompok bermain, media massa, dan sistem pendidikan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain . Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri.&lt;br /&gt;Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih saying, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Imanuel Kant mengatakan, "manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan". Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang.&lt;br /&gt;Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani. Definisi Homo Homini Socio 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia, sudah jelas bahwa manusia yang dimaksud di dunia tidak hidup sendiri, dan tidak akan bisa hidup sendiri. Karena itu manusia juga disebut makhluk sosial, makhluk yang hidup berkelompok. Manusia membutuhkan informasi-informasi untuk mengetahui keadaan kehidupan yang ada, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan survive atau juga pertahanan hidup di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang mempunyai aturan-aturan atau peradaban yang berbeda beda di dunia ini, setiap titik tempat pasti mempunyai peraturan yang berbeda beda. Peraturan tersebut dibuat untuk mentertibkan dan menyesuaikan dengan keadaan titik tempat tersebut, dan juga dibuat untuk mentertibkan komunikasi antar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan baru-baru ini manusia sebagai makhluk sosial, tetapi sudah berabad-abad lamanya, sebagaimana telah dikatakan sebelumnya, manusia sangat membutuhkasn satu sama lain, karena beberapa alasan, tetapi ada beberapa alasan yang sangat dominan yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Manusia butuh berinteraksi dan bersosialisasi atas dasar kebutuhan pangan, atau jasmaninya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2. Manusia butuh berinteraksi dan bersosialisasi atas dasar kebutuhan pertahanan diri, atu kita bisa sebut survival, untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;3. Manusia juga sangat membutuhkan interaksi dan sosialisasi atas dasar melangsungkan jenis atau keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari point-point di atas kita bisa melihat dan membayangkan bagaimana manusia sangat membutuhkan satu sama lain. Bukan hanya membutuhkan, tapi masyarakat atau kumpulan manusia yang berinteraksi adalah suatu komponen yang tidak terpisahkan dan sangat ketergantungan. Sehingga komunikasi antar masyarkat dientukan oleh peranan manusia itu sendiri sebagai makhluk sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Globalisasi, adalah perubahan secara besar-besaran atau secara umum meluas. Dalam arus globalisasi yang berkembang sangat cepat ini manusia menjadi makhluk yang sangat mudah meniru dalam arti meniru sesuatu yang ada di masyarakat yang terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Manusia mudah meniru atau mengikuti perkembangan kebudayaan-kebudayaan, dimana manusia sangat mudah menerima bentuk-bentuk perkembangan dan pembaruan dari kebudayaan luar, sehingga dalam diri manusia terbentuklah pengetahuan, pengetahuan tentang pembaruan kebudayaan dari luar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia, sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, keinginan manusia untuk meniru bisa terlihat jelas dalam suatu ikatan kelompok, tetapi hal ini juga kita dapat lihat di dalam kehidupan masyarakat secara luas.Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tekanan Emosiaonal. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.&lt;br /&gt;2. Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.&lt;br /&gt;3. Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-4659413465442169143?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/4659413465442169143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/10/homo-homini-socio-homo-homini-lupus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/4659413465442169143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/4659413465442169143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/10/homo-homini-socio-homo-homini-lupus.html' title='Homo Homini Socio  &amp; Homo Homini Lupus'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-8651722025774048756</id><published>2010-10-14T17:52:00.000-07:00</published><updated>2010-10-21T16:08:55.111-07:00</updated><title type='text'>contoh program sederhana,,</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Program 1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;KODING&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Private Sub Command1_Click()&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;MsgBox " Selamat Belajar Visual Basic ! "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;End Sub&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Private Sub Command2_Click()&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;End&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;End Sub&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Logika :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada koding command button1,,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;properties Caption command1 diganti dengan “TAMPIL”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;double klik kiri lalu tuliskan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;msgbox“ Selamat Belajar Visual Basic ! ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;lalu Pada koding command button2,,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;properties Caption command2 diganti dengan “SELESAI”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;double klik kiri lalu tuliskan End…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jika program dijalankan &lt;b&gt;(F5)&lt;/b&gt; lalu mengklik tombol &lt;b&gt;TAMPIL&lt;/b&gt; akan keluar sebuah pemberitahuan berupa tulisan “ Selamat Belajar Visual Basic ! ” dan jika mengklik tombol &lt;b&gt;SELESAI &lt;/b&gt;secara otomatis program akan berhenti dan keluar..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Program 2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Koding :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Private Sub Command1_Click()&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text1.Text = " data "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text2.Text = " data "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text3.Text = " data "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text4.Text = "data "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;End Sub&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Private Sub Command2_Click()&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text1.Text = "&amp;nbsp; "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text2.Text = "&amp;nbsp; "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text3.Text = "&amp;nbsp; "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text4.Text = "&amp;nbsp; "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;End Sub&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Private Sub Command3_Click()&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;End&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;End Sub&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Logika :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada command button 1 (Tampil) double klik kiri,, lalu kita tuliskan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text1.Text = " data "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text2.Text = ” data ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;.......&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text4.Text = ” data ”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dengan maksud dari koding tersebut adalah pada saat program dijalankan (F5),, kemudian mengklik &lt;b&gt;TAMPIL&lt;/b&gt; text yang kita tuliskan tadi akan muncul semua,,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Lalu pada command button 2 berisikan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text1.Text = "&amp;nbsp; "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Text2.Text = ” &amp;nbsp;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dengan maksud dari koding tersebut adalah text kosong,, jika program dijalankan (F5),, kemudian mengklik &lt;b&gt;HAPUS&lt;/b&gt; maka akan muncul text kosong yg kita tuliskan td,, data pertama akan dihilangkan dan akan muncul data ke 2 yg diisi pda command button2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Lalu pada command button 3 berisikan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;End..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dengan maksud dari koding tersebut jika dijalankan (F5).. mengklik pada tombol ”End” secara otomatis program akan keluar dan mengakhiri program tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Program 3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Koding :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Private Sub Command1_Click()&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Text3.Text = Val(Text1.Text) * (Text2.Text)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;End Sub&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Private Sub Command2_Click()&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Text1.Text = " "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Text2.Text = " "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Text3.Text = " "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;End Sub&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Private Sub Command3_Click()&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;End&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;End Sub&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 115%;"&gt;Logika :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Jika program dijalankan lalu kita masukkan angka pada text Panjang dan Lebar maka pada text hasil akan muncul hasilnya jika kita mengklik tombol ”Hasil”. Lalu jika mengklik tombol ”Hapus” maka semua text akan kembali bersih dan siap untuk dimasukkan angka kambali. Lalu jika mengklik tombol ”Selesai” maka secara otomatis program akan berhenti dan keluar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-8651722025774048756?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/8651722025774048756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/10/program-1-koding-private-sub.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/8651722025774048756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/8651722025774048756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/10/program-1-koding-private-sub.html' title='contoh program sederhana,,'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-430943584984540672</id><published>2010-10-08T18:51:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T18:51:46.461-07:00</updated><title type='text'>TUGAS KONVERSI</title><content type='html'>Konversi bilangan berikut :&lt;br /&gt;1. 198010 ke bilangan binear,heksadesimal,dan oktal&lt;br /&gt;2. 10010011012 ke heksadesimal, oktal, dan desimal&lt;br /&gt;3. 768 ke bilangan binear, heksadesimal, dan desimal&lt;br /&gt;4. 43 F 16 ke bilangan binear, desimal, dan oktal&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;1).&lt;br /&gt;a. binner: 1980 /2 = 0&lt;br /&gt;990 /2 = 0&lt;br /&gt;495 /2 = 1&lt;br /&gt;247 /2 = 1&lt;br /&gt;123 /2 = 1&lt;br /&gt;61 /2 = 1&lt;br /&gt;30 /2 = 0&lt;br /&gt;15 /2 = 1&lt;br /&gt;7 /2 = 1&lt;br /&gt;3 /2 = 1&lt;br /&gt;1 /2 &amp;gt; 1&lt;br /&gt;binner : 11110111100&lt;br /&gt;b. heksadesimal : 0111 1011 1100&lt;br /&gt;7 B C&lt;br /&gt;c. oktal : 011 110 111 100&lt;br /&gt;3 6 7 4&lt;br /&gt;2). a. heksadesimal : 0010 0100 1101&lt;br /&gt;2 4 D&lt;br /&gt;b. oktal : 001 001 001 101&lt;br /&gt;1 1 1 5&lt;br /&gt;c. desimal : 20+22+23+26+29 = 589&lt;br /&gt;3). oktal : 111 110&lt;br /&gt;7 6&lt;br /&gt;a. binear : 111110&lt;br /&gt;b. heksadesimal : 0011 1110&lt;br /&gt;3 E&lt;br /&gt;c. desimal : 21+22+23+24+25 = 62&lt;br /&gt;4). a. 0100 0011 1111&lt;br /&gt;4 3 F&lt;br /&gt;binear : 010000111111&lt;br /&gt;b. oktal : 010 000 111 111&lt;br /&gt;2 0 7 7&lt;br /&gt;c. desimal : 20+21+22+23+24+25+26+211 = 2175&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA : NUGROHO ADI PERWIRA&lt;br /&gt;NPM&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 29110666&lt;br /&gt;KELAS : 1KB01&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-430943584984540672?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/430943584984540672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/10/tugas-konversi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/430943584984540672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/430943584984540672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/10/tugas-konversi.html' title='TUGAS KONVERSI'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-397076361329990811</id><published>2010-10-07T06:09:00.001-07:00</published><updated>2010-10-07T06:11:27.238-07:00</updated><title type='text'>Hubungan Ilmu Sosial Dengan Asal Mula Nasi</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  text-align:justify;  line-height:200%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1026"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Kita sebagai makhluk sosial dimana manusia saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;khususnya masyarakat indonesia yang menjadikan beras sebagai makanan pokok…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Seperti halnya dengan seorang Petani,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;bekerja di ladang sawahnya untuk bercocok tanam…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Salah satu tanamannya adalah padi yang nantinya akan menjadi beras…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Beras berasal dari benih yang kemudian menjadi padi,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;lalu diolah hingga menjadi biji gabah,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;kemudian ditumbuk lagi menjadi beras,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;lalu beras itu di distribusikan ke berbagai wilayah…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Seiring berjalannya teknologi banyak cara untuk mengolah beras menjadi nasi,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;seperti halnya di daerah perkotaan…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Orang hanya tinggal memasak dengan sebuah alat canggih tanpa menggunakan kompor,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;salah satu alat tersebut adalah “rice cooker”…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Perpaduan air,, beras,, panas,, dan listrik,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;akan menghasilkan nasi dengan waktu yang relatif singkat,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;hanya butuh beberapa menit sampai menjadi nasi…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Adapun yang masih menggunakan cara yang sederhana,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Dengan cara merebus beras dengan air di dalam panci yang dipanaskan,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;menunggu hingga air habis,, setelah itu dikukus..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Bagaimanapun caranya tetap saja akan menjadi nasi yang sangat dinantikan kematangannya…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Jadi kita semua memerlukan timbal balik untuk hidup,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Sungguh mulia jasa petani,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Jika tidak ada petani maka siapa yang akan menanam padi…????&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;kita tidak akan bisa makan nasi,,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Dan apabila semua menjadi petani maka Negara kita tidak akan maju inilah yang disebut sebagai manusia adalah makhluk sosial..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;Nasi adalah bagian dari hidup rakyat Indonesia…!!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-397076361329990811?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/397076361329990811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/10/hubungan-ilmu-sosial-dengan-asal-mula.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/397076361329990811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/397076361329990811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/10/hubungan-ilmu-sosial-dengan-asal-mula.html' title='Hubungan Ilmu Sosial Dengan Asal Mula Nasi'/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1791474467456903419.post-2487247858629234959</id><published>2010-10-07T06:09:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T06:10:23.315-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1791474467456903419-2487247858629234959?l=nudira.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nudira.blogspot.com/feeds/2487247858629234959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/10/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/2487247858629234959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1791474467456903419/posts/default/2487247858629234959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nudira.blogspot.com/2010/10/blog-post.html' title=''/><author><name>Nugroho Adi Perwira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08498739525068415017</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_sz1Dcl5niuY/S6rndRZIM3I/AAAAAAAAAAU/29_ic_Yvdmw/S220/DiRa%27S_245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
